86 Gerai Matahari Tutup Selama PPKM Darurat, Bakal Seperti Apa Nasibnya?

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 18:18 WIB
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dikabarkan akan tutup 13 gerainya di tahun 2021 ini. Penutupan gerai itu diketahui imbas perusahan rugi Rp 95 miliar.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PPKM Darurat yang akan berlangsung 3-20 Juli 2021 mengharuskan seluruh mal di Jawa dan Bali tutup. Lalu bagaimana nasib Matahari yang seluruh tokonya ada di dalam mal?

CEO Matahari Terry O'Connor mengakui, tentu kebijakan itu akan berdampak signifikan terhadap bisnis Matahari. Dia menggambarkan saat ini jumlah gerai Matahari di Jawa dan Bali ada sebanyak 86 gerai dan menyumbang 56% dari pendapatan perusahaan.

"Sekadar informasi gerai Matahari ada 89 di Jawa dan Bali. Total ada 148 gerai di seluruh Indonesia, dan mereka menyumbang 56% dari pendapatan kami," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/7/2021).

Terry mengaku belum bisa memberikan hitungan berapa kira-kira potensi kehilangan dari penutupan 86 gerai Matahari selama PPKM Darurat berlangsung. Namun dia pastikan tentu hal yang buruk bagi sebuah perusahaan ritel jika harus kehilangan 56% potensi pendapatannya.

"Sangat berat tentunya bagi seluruh perusahaan ritel untuk kehilangan 56% pendapatannya. Tapi saya tidak bisa memberikan perkiraan berapa kerugian kami," ucapnya.

Hal yang disayangkan juga oleh perusahaan adalah masa pemberlakuan PPKM Darurat. Meski secara hitungan hanya sekitar 2 minggu lebih, tapi ada 3 akhir pekan selama 3-20 Juli 2021.

"Ini situasi di mana kita kehilangan 56% pendapatan kami dan ini akan berlangsung sebenarnya 3 minggu. Memang hitunganya 2 minggu, tapi ada 3 akhir pekan di dalamnya," ucapnya.

Meski begitu Terry menegaskan perusahaan tetap akan mengikuti kebijakan pemerintah. Dia juga mensyukuri kebijakan ini tidak berlangsung pada saat Lebaran, masa di mana perusahaan ritel tengah mendulang penjualan yang besar.

(das/ara)