Biro Travel Berharap Wisata Vaksin Jadi 'Obat' Bertahan Hidup

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 19:45 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat mulai 3-20 Juli 2021. Berbagai upaya dilakukan pelaku usaha untuk bertahan salah satunya yang dilakukan Travel Agent (Biro Perjalanan).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Bahriyansah Momod mengatakan, di momen pembatasan kali ini pihaknya cukup berlapang dada bahwa biro perjalanan dapat bertahan dengan strategi wisata vaksin yang dicanangkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

"Menariknya kemarin itu ada statement bahwa ada pilot project wisata berbasis vaksin untuk Bali, kan kemarin baru inisiasi. Nah itu menjadi trigger, acuan pola perjalanan," kata Bahriyansah kepada detikcom, Kamis (1/7/2021).

Dia mengatakan, secara praktisi industri dirinya melihat Indonesia cukup luas dan tidak semua memiliki zona merah, ada yang hijau dan kuning. Bahkan hijau antar kota yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pola wisata vaksin.

"Nah itu bagaimana mempola yang berbasis vaksin ini bisa didorong tetap melakukan perjalanan tapi ya itu dari hijau ke hijau. Koridornya untuk tingkat lokal tingkat provinsi atau kota," ujarnya.

"Jadi dengan ada pilot project Bali menjadi wisata vaksin itu bisa juga diikuti kota lain. Harus dicarikan polanya bagaimana orang yang dari hijau ke hijau tetap melakukan perjalanan supaya ekonomi bisa berjalan. Itu sih harapan kami," tutur Bahriyansah menambahkan.

Selain mendorong diterapkannya wisata vaksin, dia juga menjelaskan, pihaknya turut membantu para anggota Travel Agent di 34 provinsi agar mereka dapat dipromosikan secara digital.

"Nanti kami buatkan juga bagaimana membantu mereka tanpa biaya, membantu memasarkan untuk domestik atau internasional dengan bantuan ekosistem secara digital dan kolaborasi beberapa market place atau korporat. Teman-teman kami sangat memerlukan solusi, mungkin tidak sekarang tapi nanti saat sudah mulai (normal) supaya mereka tidak tertinggal," katanya.

(eds/eds)