Curhat Pengusaha Mal: Selama Pandemi Bertahan Tanpa Bantuan Pemerintah

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 02 Jul 2021 12:09 WIB
Mal atau pusat perbelanjaan ramai dikunjugi warga Jakarta di kala libur Lebaran. Tak sedikit warga yang datang ke mal bersama anggota keluarga di momen Lebaran.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Oleh karena itu dia meminta pemerintah Indonesia juga memberikan dukungan kepada para pelaku industri ritel, seperti halnya dilakukan banyak pemerintah di negara lain.

"Saya merasa kami secara industri membutuhkan dukungan dari pemerintah. Seperti kita ketahui banyak negara juga memberikan dukungan kepada sektor ritel untuk bertahan. Misalnya untuk biaya sewa untuk mengurangi beban pengeluaran biaya," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/7/2021).

Terry menjelaskan, keuangan perusahaan ritel selama pandemi tentunya sudah sangat berat. Perusahaan juga masih harus mengeluarkan biaya tambahan selama pandemi.

"Karena kami juga harus tetap menjaga pengeluaran kami untuk melakukan protokol kesehatan, untuk sanitasi, untuk vaksinasi dan health care," terangnya.

Meski begitu, Terry mengakui para pemilik mal atau pusat perbelanjaan selama pandemi sudah memberikan dukungan dengan menerapkan diskon sewa. Namun para pemilik mal tentu tidak bisa terus menerus melakukan hal itu.

Hal yang disayangkan juga oleh perusahaan adalah masa pemberlakuan PPKM Darurat. Meski secara hitungan hanya sekitar 2 minggu lebih, tapi ada 3 akhir pekan selama 3-20 Juli 2021.


(das/ara)