Jadi Pengusaha Era Pandemi Nggak Boleh Cengeng, Lawan Pakai Ini

aul - detikFinance
Selasa, 06 Jul 2021 13:17 WIB
Working women at their store. They wearing casual clothing, accepting new orders online and packing merchandise for customer
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Semua usaha restoran makanan dan minuman hingga UMKM kini makin dibatasi dengan adanya PPKM Darurat. Lantas bagaimana para pengusaha kecil bisa bertahan di tengah pembatasan pandemi ini?

Pakar Marketing Hermawan Kartajaya, menjelaskan seharusnya situasi saat ini bukan halangan bagi pengusaha untuk bertahan. Karena menurutnya jika para UMKM menguasai bisnisnya hingga pasarnya, maka itu menjadi strategi paling penting.

"Yang paling penting entrepreneurship, kewirausahaan harus tahan banting jangan cengeng kena begini jadi berhenti. Kalau Anda menguasai bisnis Anda dan tahu pasarnya tahu produknya yang unik Anda juga menjiwai, di zaman ini bertahan itu menjadi yang paling penting," jelasnya, kepada detikcom, Selasa (6/7/2021).

Selain itu, strategi lainnya yakni dengan memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan pasar. Hermawan mengatakan saat ini tengah ramai menjadi media promosi yakni Instagram dan TikTok.

"Sekarang ini paling Instagram ya dibanding Facebook. TikTok juga ini makin merambah bisa dipakai untuk promosi, kalau dulu kan konotasinya negatif hanya untuk main-main aja, makin lama digunakan untuk promosi," katanya.

Dia pun memberikan tips kepada UMKM untuk mempromosikan usahanya di media sosial. Pertama TikTok, menurutnya dalam membuat promosi di TikTok harus tetap entertaining, dengan ditambah lagu yang unik . Selain itu, dia menyarankan untuk membuat video tidak lebih dari 1 menit atau bahkan kurang dari satu menit tetapi sudah mencakup semua elemen promosi.

"Harus pintar membuat promosi dengan TikTok, harus tetap entertaining dengan lagu yang unik, dalam waktu tidak lebih dari 1 menit, kalo TikTok itu tidak boleh terlalu banyak durasinya, pilih aja foto atau video yang baik dan mencakup semuanya," paparnya.

Kemudian, jika di Instagram Hermawan mengatakan sekarang ini video lebih menarik dibandingkan gambar untuk bahan promosi. Dia juga menyebut video di Instagram juga jangan lebih dari 1 menit.

"Sekarang video tidak lebih dari 1 menit ini menjadi aturan," ujarnya.

Hermawan juga memberikan rumus untuk para UMKM bertahan di masa pandemi ini dalam menjalankan bisnisnya. Dia menyebutnya rumus tiga plus tiga. Pertama, marketing yang terdiri dari tiga tips yakni mencari konsumen yang tepat, produk harus disiapkan yang unik, siapkan branding yang kuat.

"Unik di sini kan no to be better no be the best, but try to be different, kalau anda different dengan kompetitor, jangan different-nya di harga tok," katanya.

Kemudian, entrepreneurship ada tiga hal penting, melihat kesempatan dalam kesempitan, berani mengambil risiko, dan bisa bekerjasama dengan orang lain.

"Pokoknya ambil terus semua kesempatan, berani ambil risiko dan tidak mundur, bekerjasama dengan orang lain, coba rangkul pihak yang besar kalau ditolak ya balik lagi," pungkasnya.

(eds/eds)