Obat dan Vitamin Langka, DPR Kumpulkan Bos BUMN Farmasi

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 07 Jul 2021 11:10 WIB
Komisi VI DPR RI panggil Kimia Farma untuk bahas kasus rapid test antigen bekas. Selain itu, rapat juga diagendakan membahas proses pembuatan vaksin.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Komisi VI DPR RI mengumpulkan bos-bos BUMN farmasi terkait kelangkaan obat-obatan dan vitamin di tengah lonjakan kasus positif virus Corona (COVID-19). Atas kondisi tersebut, Komisi VI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) secara virtual dan fisik dengan Direktur Utama (Dirut) PT Bio Farma, Dirut PT Kimia Farma, Dirut PT Indofarma, dan Dirut PT Phapros. RDP dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung.

"Kita juga mendengarkan suara dari masyarakat terbatas juga suplai obat-obatan dan vitamin. Bahkan kalau kita lihat sekarang kalaupun obat-obatan dan vitamin itu masih ada harganya sudah melambung tinggi sekali," kata dia membuka RDP, Rabu (7/7/2021).

Pemerintah, lanjut dia, memang sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk kebutuhan vitamin dan obat-obatan terkait COVID-19. Komisi VI menyambut baik adanya langkah tersebut.

"Tentu kita harapkan ada penegakan hukum apabila terjadi spekulasi ataupun penumpukan dengan sengaja sehingga menyebabkan kelangkaan dan naiknya harga," jelasnya.

Selain penegakan hukum, pihaknya juga mendorong BUMN farmasi untuk memproduksi obat dan vitamin secara besar-besaran.

"Kalau perlu membanjiri pasar agar problem atau masalah kelangkaan ini bisa kita selesaikan secara lengkap. Jadi dari sisi penegakan hukum dan dari sisi market," sebutnya.

Tentunya BUMN farmasi diharapkan bisa menjadi pelopor dan berperan maksimal. Menurutnya, mereka harus mengambil posisi di depan dalam mengatasi masalah kelangkaan obat-obatan dan vitamin.

"Juga masalah oksigen. Kemarin sudah ada statement dari Pak Erick Thohir, Pak Menteri (BUMN) bahwa BUMN akan juga ikut serta mengatasi atau memproduksi oksigen terkait dengan kelangkaan ini," tambahnya.

Simak video 'Pemda Bentuk Satgas, Masyarakat Diminta Lapor Jika Temukan Penimbun Obat!':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/fdl)