Stok dan Harga Beras RI Dipastikan Aman sampai Akhir Tahun

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Kamis, 08 Jul 2021 12:14 WIB
Pedagang Beras di Karawang
Foto: Yuda Febrian Silitonga
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan beras sampai akhir tahun 2021 dalam kondisi aman. Ia menyebut produksi beras yang relatif stabil dengan jaringan distribusi yang sudah terbangun sehingga membuat harga beras tak melonjak.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi menjelaskan berdasarkan neraca pangan strategis dari awal hingga akhir tahun 2021 kondisi beras nasional dipastikan dalam kondisi aman.

Menghadapi PPKM darurat bulan Juni ini, Agung mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan beras cukup. Produksi beras bulan Juni sebesar 2,59 juta ton ditambah stok yang ada menjadi 10,6 juta ton pada posisi akhir Juni 2021.

"Kondisi stok akhir tahun 2020 sebesar 7,3 juta ton dan perkiraan produksi dalam negeri mencapai 30,8 juta ton, serta perkiraan kebutuhan mencapai 29,6 juta ton, maka ada surplus 8,5 juta ton. Tentu saja kondisi ini bisa dikatakan aman," urai Agung dalam keterangan tertulis, Kamis (8/7/2021).

Jumlah tersebut menurut Agung telah mempertimbangkan perkiraan kebutuhan beras 108,94 kg/kap/tahun yang terdiri dari konsumsi langsung rumah tangga sebesar 78,97 kg/kap/tahun dan konsumsi luar rumah tangga sebesar 29,27 kg/kap/tahun, serta proyeksi jumlah penduduk tahun 2021 sejumlah 272.248.500 jiwa.

Sementara itu, Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan Risfaheri menambahkan selain produksi yang cukup, harga pun relatif stabil baik ditingkat produsen ataupun konsumen. Tercatat dari awal tahun hingga saat ini harga beras medium di tingkat penggilingan stabil di kisaran Rp. 8.800-Rp.9.200/kg dan di tingkat eceran stabil di kisaran Rp.10.700-Rp.10.900/kg.

"Stabilitas harga beras tersebut tentunya dipengaruhi oleh ketersediaan stok beras nasional pada akhir 2020 sekitar 7,3 juta ton dan dalam 2 bulan ini kita masuk masa panen dengan perkiraan produksi 12 juta ton GKG setara 6 jt ton beras" jelas Risfaheri.

"Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama masa PPKM hingga akhir Juli ini, ketersediaan beras dalam kondisi aman," imbuhnya.

(ncm/ega)