Andre Rosiade Minta Erick Thohir Beri Tambahan PMN untuk BUMN Farmasi

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Kamis, 08 Jul 2021 20:15 WIB
Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade
Foto: Andre Rosiade
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meminta Menteri BUMN Erick Thohir memberikan tambahan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN Farmasi. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan kedaulatan sektor farmasi di Indonesia.

Pasalnya, kata Andre, berdasarkan laporan seluruh Direksi BUMN Farmasi yakni PT Bio Farma (Persero), PT Kimia Farma Tbk, PT Indo Farma Tbk, dan PT Phapros Tbk, mayoritas bahan baku obat-obatan di Indonesia masih tergantung impor.

"Kita mendapatkan keterangan dari Direksi Kimia Farma, Indofarma, Biofarma, dan Phapros bahwa hampir seluruh bahan baku obat kita ini impor," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/7/2021). Hal ini dia ungkapkan dalam Rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN.

Andre menuturkan data Badan Pusat Statistik atau BPS juga menyebut impor barang dengan kode HS30 atau produk farmasi pada April 2021 meningkat sebesar 90,3% secara year on year. Nilai impor produk farmasi Indonesia per April 2021 sebesar US$ 188,9 juta.

Untuk itu, Andre meminta Erick Thohir memberikan tambahan PMN kepada BUMN Farmasi. Tambahan dana itu nantinya bisa diunakan untuk mebangun pabrik bahan baku obat.

"Sehingga kita tidak perlu lagi mengandalkan bahan baku impor dan ketergantungan kita kepada negara lain itu bisa kita kurangi," tegas Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat ini.

Lebih lanjut, Andre menuturkan tambahan dana juga diperlukan untuk meningkatkan produksi obat-obatan terapi COVID-19 dan multivitamin yang kini sedang langka di pasaran.

"Kita tahu obat-obatan yang diproduksi oleh Indofarma seperti Oseltamivir, lalu Azithromycin yang diproduksi Kimia Farma dan multivitamin yang diproduksi Phapros tidak ditemukan di pasaran. Inilah yang kita hadapi di depan mata. Karena itu kita mendorong Pak Menteri BUMN juga menambahkan PMN untuk BUMN farmasi," ungkapnya.

"Jadi PMN yang Rp 92 triliun silahkan saja, tapi tambahkan juga PMN untuk BUMN farmasi sehingga kehadiran mereka bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dalam rapat sebelumnya kita sudah berkomitmen untuk memberikan dukungan politik, dukungan anggaran agar rumah sakit, obat-obatan serta vitamin bisa tersedia untuk rakyat. Harapan kami ini bisa terealisaikan oleh Pak Menteri," pungkasnya.



Simak Video "7 Perusahaan BUMN yang Mau Dibubarkan Erick Thohir, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/dna)