Tenang, Krisis Lebanon yang bak 'Neraka' Nggak Ngaruh-ngaruh Banget ke RI

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 11 Jul 2021 13:30 WIB
Warga Lebanon sedang berjuang untuk tetap hidup di tengah kondisi krisis ekonomi negaranya. Situasi di sana disebut neraka oleh warganya sendiri.
Foto: Dok. New York Times
Jakarta -

Lebanon saat ini sedang mengalami krisis ekonomi parah hingga disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Bagaimana tidak, terjadi hiperinflasi hingga kelangkaan berbagai kebutuhan pokok.

Lantas, apakah krisis ekonomi di Lebanon itu ada dampaknya ke Indonesia? Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan tidak ada dampak signifikan ke Indonesia atas krisis ekonomi yang menimpa Lebanon.

"Krisis Lebanon dampaknya minimal sekali ke Indonesia. Krisis di Lebanon tidak (akan) menurunkan permintaan atas barang-barang ekspor Indonesia, tidak mempengaruhi harga-harga komoditas utamanya Indonesia," katanya kepada detikcom, Minggu (11/7/2021).

Piter menjelaskan dampak krisis ekonomi ke suatu negara akan bergantung kepada hubungan ekonomi kedua negara tersebut. Jika hubungannya sangat minimal seperti Lebanon dan Indonesia, maka bisa dipastikan dampaknya hampir tidak ada.

"Dampaknya bergantung kepada hubungan ekonomi kedua negara. Kalau hubungan ekonominya sangat minimal, dampaknya juga hampir tidak ada," tuturnya.

Serupa, Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan juga menegaskan bahwa krisis ekonomi Lebanon tidak ada dampaknya ke Indonesia.

"Tidak ada (dampaknya) karena Argentina dan Turki 2018 ada tekanan uang global keluar dari Indonesia," imbuhnya.

Lebanon dengan Indonesia juga bisa dibilang tidak ada hubungan dagang. "Penduduk dan ekonomi Lebanon sangat kecil, letak geografis juga sangat jauh, interaksi ekonomi sangat minim," pungkasnya.

(aid/zlf)