Berkat BUMDes, UMKM Kopi di Desa Ini Bisa Migrasi ke Digital

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Minggu, 11 Jul 2021 16:02 WIB
Shoppe
Foto: Dok. Shoppe
Jakarta -

Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes didirikan dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat serta mengolah potensi yang ada di desa. Di provinsi Jawa Barat, BUMDes juga menjadi ujung tombak Revolusi Digital UMKM seperti yang telah dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Adapun salah satu BUMDes di Jawa Barat yang telah ambil bagian dalam Revolusi Digital, yaitu BUMDes Megamendung Jaya yang berlokasi di Desa Megamendung. Direktur BUMDes Megamendung Jaya, M Yusup Solihatul Munawar mengatakan pihaknya merangkul para petani kopi dan pelaku usaha untuk diberdayakan agar bisa go digital.

Menurutnya ada ketidakseimbangan antara hulu dan hilir dalam bisnis kopi di Desa Megamendung. Sehingga dulu para pelaku UMKM kopi hanya mengolah biji kopi dan menjualnya kepada pengepul dengan harga murah.

Oleh karena itu, dia mengatakan BUMDes Mega Mendung Jaya membantu mereka untuk bisa mengakses pasar yang lebih luas dengan beralih ke sistem pemasaran online lewat Shopee. Selain itu, Yusup juga membantu memberikan nilai tambah kepada produk dari petani dan masyarakat, seperti dengan pembuatan kemasan.

Diungkapkan Yusup, bantuan untuk mengembangkan usaha didapatkannya dari pemerintah daerah setempat dan swasta. Salah satunya melalui program UMKM Jabar Go Digital, yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Shopee.

"Sejalan dengan komitmen pemerintah khususnya Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, dalam mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia, kami dari pihak BUMDes Megamendung Jaya turut senang sudah didukung oleh berbagai instansi pemerintah dan swasta terkait dalam meningkatkan dan menunjang keberlangsungan bisnis para UMKM di desa Megamendung," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/7/2021).

Para pelaku UMKM di Desa Megamendung mendapatkan pelatihan serta pendampingan langsung dari tim trainer Shopee. Yusup menambahkan pelatihan Shopee tidak berhenti di tahap mendaftar menjadi penjual, tetapi berlanjut hingga cara mengunduh katalog produk, cara optimasi judul dan cara meningkatkan penjualan dengan beriklan.

Selain pelatihan, Shopee dan Pemprov Jawa Barat juga menyalurkan bantuan lainnya berupa peralatan komputer. Diakuinya berkat program tersebut, kini para pelaku UMKM sudah memiliki mesin roasting kopi sendiri sehingga mereka dapat menjual kopi dalam bentuk greenbean, dan bahkan roasted bean dengan nilai yang lebih tinggi. Tidak hanya itu, penjualan sudah melalui BUMDes Megamendung juga naik bahkan hingga 2 kali lipat.

"Tidak hanya untuk operasional bisnis melalui bantuan perangkat komputer di Shopee Center Megamendung, tetapi juga pelatihan untuk sumber daya manusia dalam berbisnis online seiring komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Revolusi Digital. BUMDes Megamendung Jaya akan senantiasa mendukung para pelaku UMKM di desa Megamendung agar dapat memperluas jangkauan bisnis dan meningkatkan kualitas kehidupan di desa," katanya.

Yusup berharap, UMKM di Desa Megamendung bisa naik kelas secara digital sehingga mampu memasarkan produknya dengan jangkauan yang lebih luas. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 yang menuntut para UMKM untuk segera beradaptasi.

"Kami berharap produk yang kami jual di platform Shopee bisa semakin berkembang penjualannya seiring bertambahnya ilmu kami melalui modul pelatihan Shopee, bahkan bisa dikirim sampai ke luar kota dan ke luar negeri," tuturnya.

Selain UMKM Kopi, rupanya UMKM yang memasarkan tas goni melalui BUMDes Megamendung Jaya ikut kecipratan untung. Seperti halnya yang dialami oleh Ratu. Menurutnya dulu untuk memasarkan produk tas goni ke masyarakat luas cukup sulit, terutama yang berada di luar Desa Megamendung.

"Namun kini atas dukungan yang diberikan oleh pihak BUMDes Megamendung Jaya, kami lebih giat lagi untuk memproduksi lebih banyak karya kami dari Desa Megamendung, yaitu Tas Goni. Dengan perkembangan sarana komputer dan pelatihan berjualan online seperti sekarang ini, kami menerima lebih banyak pesanan. Yang banyak membantu kami tidak hanya perangkatnya, tetapi edukasi dan bimbingan Shopee sehingga kami bisa berjualan online dengan lebih efektif," pungkasnya.

(akn/dna)