Vaksin Berbayar Tuai Pro Kontra, KPC-PEN Buka Suara

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 12 Jul 2021 13:39 WIB
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 yang akan disuntikkan kepada anak usia 12-18 tahun di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (10/7/2021). Dalam rangka Hari Anak Nasional, Dinas Kesehatan kota Palembang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang menggelar vaksinasi massal COVID-19 terhadap anak usia 12-18 tahun dengan target 1.000 orang anak per hari. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Vaksin COVID-19 berbayar atau vaksin gotong royong menuai pro dan kontra. Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Raden Pardede menjelaskan vaksin gotong royong diperuntukkan bagi individu yang mau dan karyawan perusahaan yang mampu membayar.

"Vaksin Gotong Royong diperuntukkan kepada karyawan perusahaan yang 'mampu membayar'. Adapun sasaran lainnya program vaksinasi dapat diberikan kepada individu yang mau, termasuk di airport atau pemegang paspor asing yang bertujuan supaya semua orang yang berada di Indonesia divaksinasi," jelas Raden dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).

Keterangan Raden didapatkan dari Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Pratowo. Yustinus juga mencuit pernyataan tersebut di akun Twitternya.

Raden lebih lanjut mengatakan, vaksin gotong royong menjadi satu-satunya pilihan untuk Warga Negara Asing (WNA). Sedangkan untuk WNI bisa menggunakan program vaksin COVID-19 gratis yang telah disediakan pemerintah.

"Bilamana pilihan masyarakat Indonesia ingin vaksin berbayar, silahkan ikut vaksin gotong royong," ujarnya.

Vaksin gotong royong menggunakan vaksin Sinopharm yang saat ini ketersediaannya masih terbatas. Yang tersedia saat ini hanya 15-20 dosis. Untuk harga vaksin COVID-19 berbayar ini ditetapkan seharga Rp 321.660 per dosisnya.

Sebagai Informasi, Kimia Farma sebelumnya telah mengumumkan vaksin COVID-19 berbayar akan tersedia mulai hari ini Senin (12/7). Namun, karena masih banyaknya pro kontra dan pertanyaan dari masyarakat, Kimia Farma menunda vaksin COVID-19 berbayar agar bisa mensosialisasikan kepada masyarakat lebih luas.

Simak video 'Pandu Riono Sebut Vaksin COVID-19 Berbayar Tak Sesuai Janji Presiden':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)