Koperasi Diminta Tarik Lagi Kepercayaan Masyarakat, Caranya?

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 12 Jul 2021 15:56 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Koperasi diminta membangun integritas untuk menarik kembali kepercayaan publik. Koperasi belakangan ini diterpa kasus seperti gagal bayar.

"Tanpa integritas, maka tidak ada trust," kata Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sri Untari Bisowarno, Senin (12/7/2021).

Ia mengatakan, koperasi merupakan lembaga usaha publik. Maka tidak mungkin gerakan koperasi dipimpin oleh SDM yang tidak punya integritas.

"Integritas itu harus dibangun dari bawah, tidak ujug-ujug dari atas. Pimpinan Gerakan Koperasi harus punya rekam jejak mengelola koperasi dari primer dan harus berhasil," katanya.

Untuk membangun integritas itu, maka prinsip-prinsip dan nilai-nilai koperasi harus dijalankan. Prinsip Pendidikan, ujar Sri Untari, harus dijalankan dengan benar.

"Koperasi yang menjalankan pendidikan anggota dengan benar, maka pasti pengelolaannya benar. Karena pemahaman yang baik dari anggota tentang koperasi akan mengefektifkan fungsi pengawasan oleh anggota," ujarnya.

Pengawasan yang baik dan kuat dari anggota kepada pengurus akan melahirkan kejujuran sebagai nilai koperasi. Ini yang kemudian disebut sebagai trust.

Selain integritas yang harus diperkuat, gerakan koperasi harus meregenerasi diri.

"Saya mendukung keterlibatan anak muda di koperasi, sehingga kami mencanangkan program lima juta milenial herkoperasi," tuturnya.

Untuk menarik generasi muda berkoperasi maka perubahan sangat penting bagi koperasi. Koperasi harus memantapkan diri untuk masuk ke dunia digital. Sri Untari juga mendukung ide-ide pengembangan koperasi melalui spin off.

"Karena dengan spin off kekuatan potensi koperasi akan semakin besar. Karena itu, kolaborasi potensi koperasi dari hulu ke hilir sangat mutlak diperlukan," katanya.

(ara/ara)