Catat! Ini Tips Biar Tak Jadi Korban Gagal Bayar

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 05 Okt 2020 07:00 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Masyarakat perlu berhati-hati karena marak kasus gagal bayar di industri keuangan Indonesia. Tak sedikit korban yang uangnya raib tak dikembalikan oleh lembaga yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan catatan detikcom, yang paling segar ada kasus gagal bayar dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) LiMa Garuda yang dikabarkan gagal bayar dana simpanan 500 anggota hingga Rp 400 miliar.

Sementara sebelumnya heboh kasus gagal bayar oleh KSP Indosurya Cipta (ISP). Salah satu korban yang tak mau disebutkan namanya pernah mengatakan ada 5 ribu lebih nasabah yang sudah mengajukan kasus ini ke PKPU. Total utang yang belum dibayarkan koperasi sekitar Rp 13,8 triliun.

Sementara berdasarkan laporan keuangan ISP pada 2018, jumlah simpanan mencapai Rp 10,4 triliun.

"Kalau koperasi kan dari dulu sebenarnya sudah banyak ya kejadian-kejadian seperti itu," kata Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho saat dihubungi detikcom, Minggu (4/10/2020).

Orang-orang mempercayakan uangnya disimpan di koperasi, dijelaskan Andy tentu saja karena ingin nilai uangnya bertambah. Sebab biasanya lembaga-lembaga semacam itu menyediakan jasa untuk mengelola uang siapa saja agar nilainya bertambah.

Sayangnya tak jarang yang dialami masyarakat sebaliknya. Ketika mereka menyimpan uangnya di lembaga seperti KSP maupun lembaga investasi harus gigit jari. Sebab, bukannya duitnya bertambah, yang ada malah tak kembali.

"Jadi kan memang kan semua itu berawal dari kita (yang bertujuan) dengan menginvestasikan uang kita biar berkembang lebih cepat. Nah salah satu bentuknya adalah biasanya yang ditawarkan dalam bentuk kayak kita biasanya menyebutnya menabung gitu ya, di koperasi salah satunya," tambahnya.

Agar tak menjadi korban, masyarakat harus apa? Lanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3