Polling detikcom

Polling: Setuju Nggak Ada Vaksin Berbayar?

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 06:30 WIB
Senior woman wearing protective face mask getting flu shot, female doctor in protective workwear holding syringe and injecting vaccine in patients arm; prevention and immunization from corona virus infection
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/zoranm
Jakarta -

Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong (VGR) menuai badai pro dan kontra. Pelaksanaan VGR oleh Kimia Farma tersebut menyesuaikan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 19 Tahun 2021 tentang perubahan atas Permenkes No. 10/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Vaksin gotong royong sendiri diperuntukkan bagi individu yang mau dan karyawan perusahaan yang mampu membayar. Vaksin gotong royong menggunakan vaksin Sinopharm yang saat ini ketersediaannya masih terbatas dengan harga Rp 321.660 per dosisnya.

Program yang sejatinya dimulai pada Senin, 12 Juli 2021 ini akhirnya ditunda dulu. Alasannya agar bisa mensosialisasikan kepada masyarakat lebih luas.

Namun badai protes tetap berdatangan, mulai dari ekonom, buruh, hingga Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

"Vaksin berbayar itu tidak etis di tengah pandemi yang sedang mengganas. oleh karena itu, vaksin berbayar harus ditolak," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.

Di lain hal, vaksinasi mandiri ini diharapkan dapat membantu mempercepat kekebalan komunitas. Termasuk bagi mereka yang sulit mendapatkan akses vaksinasi.

Detikers sendiri setuju nggak dengan adanya vaksinasi berbayar? Ikuti polling di bawah ini dengan pilih setuju atau tidak setuju. Jangan lupa tuliskan alasannya pada kolom komentar.

Simak video '1,4 Juta Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)