Olimpiade Tokyo Digelar Tanpa Penonton, Rp 11 T Melayang

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 09:13 WIB
Olimpiade tak hanya ditunggu para Atlet, fotografer pun menunggu ajang ini untuk abadikan momen yang memukau mata. Berikut beragam foto memukau di Olimpiade Rio
Foto: Dok. Detikcom
Jakarta -

Olimpiade Tokyo 2020 dipastikan digelar tanpa penonton. Keputusan itu diambil mengingat keadaan darurat COVID-19 yang diberlakukan di ibu kota Jepang tersebut.

Hal itu akan membuat panitia penyelenggara mengalami kerugian. Ditambah mereka tidak akan mendapat banyak klaim asuransi, setelah menghabiskan sebagian besar kebijakan pembatalan acaranya untuk biaya penundaan tahun lalu.

Dilansir dari Reuters, Selasa (13/7/2021), beberapa acara di luar Tokyo akan memiliki penonton, tetapi pendapatan tiket sekitar US$ 815 juta atau setara Rp 11,7 triliun (kurs Rp 14.400/US$) akan berkurang hingga mendekati nol.

Pada Desember lalu, penyelenggara mengatakan bahwa seluruh biaya penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 akan menjadi sekitar US$ 15,4 miliar atau setara Rp 221,8 triliun.

Lembaga pemeringkat Fitch memperkirakan total biaya pertanggungan Olimpiade sekitar US$ 2,5 miliar. Analis di Jefferies tahun lalu menghitung total biaya pertanggungan Olimpiade sebesar US$ 2 miliar termasuk hak siar TV dan sponsor, ditambah US$ 600 juta lagi untuk keramahtamahan.

Sementara Komite Olimpiade Internasional bertanggung jawab atas sponsor dan hak siar Olimpiade, panitia penyelenggara Tokyo bertanggung jawab atas penjualan tiket.

Sumber industri memperkirakan komite Tokyo telah mengeluarkan kebijakan pembatalan acara senilai US$ 500-800 juta, meskipun mereka mengatakan harga tiket penuh tidak akan diasuransikan.

Chief Operating Officer di grup olahraga dan hiburan dari broker NFP, Leigh Ann Rossi mengatakan pemegang polis biasanya dapat mengklaim biaya penundaan atas kebijakan semacam itu. Tapi karena Olimpiade telah ditunda tahun lalu, banyak dari batas kebijakan telah digunakan dalam klaim untuk biaya seperti pemesanan ulang hotel dan tempat olahraga, dan lainnya.

"Kecuali ada batas yang tersisa, saya pikir kemungkinan ini akan menjadi kerugian yang tidak diasuransikan," kata Pemimpin Praktik Global, Olahraga dan Hiburan di broker Howden, Duncan Fraser.

(aid/fdl)