Sederet Jurus Genjot Ekonomi Digital di Tengah Pandemi

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 20:26 WIB
Pinjam Online
Foto: Ilustrasi Ekonomi Digital (Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah)
Jakarta -

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai organisasi yang terus menumbuhkan semangat berwirausaha terus berupaya agar semua pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dapat melek teknologi.

Staf Khusus Bidang Digital dan SDM Kementerian Komunikasi dan Informasi Dedy Permadi mengatakan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengapresiasi langkah HIPMI, Amazon Web Services (AWS) tersebut. Kemenkominfo menyambut baik kerja sama kolaboratif yang telah diusung oleh HIPMI, MNC Group dan AWS dalam menyosialisasikan urgensi teknologi digital terhadap perekonomian Indonesia.

"Kerja sama ini dapat membantu pemerintah untuk mempercepat transformasi digital nasional dan menambah minat wirausaha muda Indonesia untuk terjun ke bisnis digital. Perlu digarisbawahi bahwa potensi ekonomi digital Indonesia itu sangat luar biasa besar," ujar Dedy, dalam Webinar 'Indonesia Future Digital Economy Outlook: Membentuk Pola Pikir Para Disruptor Industri' pada keterangannya (7/7/2021).

Dedy menyampaikan bahwa dari seluruh sektor yang kontribusi ekonomi digital paling tampak pada sektor infokom yang satu-satunya positif di saat pandemi selama tiga kuartal berturut-turut pada 2020. Valuasi ekonomi digital di Indonesia juga sebesar 40 persen dari valuasi keseluruhan se-ASEAN.

"Akan tetapi, kalau melihat dalam konteks secara produk domestik bruto (PDB) kita, kontribusi ekonomi digital Indonesia tersebut masih rendah, yakni hanya sekitar 4 persen dari seluruh sektor. Berbeda halnya dengan negara ASEAN lainnya, seperti Thailand sebesar 10 persen dan Malaysia ada kontribusi yang sudah mencapai sekitar 19 persen terhadap total PDB," ucapnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah telah merancang roadmap transformasi digital nasional yang terbagi atas empat fokus, yakni digitalisasi terhadap infrastruktur, governance, ekonomi, dan society. Transformasi ini dirancang untuk membantu pemerintah dalam pemenuhan target kontribusi digital sebesar 17 persen terhadap PDB tahun 2030.

"Kemenkominfo berharap, hadirnya kolaborasi antara HIPMI, MNC Group dan AWS dapat menciptakan sinergitas bersama dengan pemerintah untuk terus mengembangkan inovasi yang dapat meningkatkan angka melek digital masyarakat dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Country Manager Amazon Web Service (AWS) Regional Indonesia Gunawan Susanto menyampaikan bahwa kemampuan penggunaan big data analytic dan machine learning menjadi sangat penting untuk mengoptimalkan proses digitalisasi suatu bisnis hingga mencapai skala yang lebih besar. Adanya cloud computing juga memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha untuk dapat bereksperimen guna meningkatkan inovasi digital.

"Dengan adanya sinergi dengan stakeholder terkait seperti Kemenkominfo, kami siap terus berkontribusi untuk digitalisasi di Indonesia. Digitalisasi telah mengubah perilaku semua orang, termasuk bagaimana mereka mengonsumsi suatu barang dan jasa yang semula berbasis offline kini hampir semuanya serba online. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, digitalisasi oleh pelaku usaha sangat diperlukan," ujar Gunawan.

Selain itu, Chief Technology Officer MNC Group Yudi Hamka mengatakan, serbuan penyedia layanan Over The Top (OTT) asing ke Indonesia membuat pebisnis lokal cukup kerepotan. Ketika hal itu terjadi di tengah gencarnya disrupsi digital dan perubahan gaya hidup serta preferensi masyarakat, perusahaan-perusahaan termasuk MNC Group pun harus melipatgandakan kecepatan perubahan jika ingin selamat.

"Disrupsi digital yang terjadi sangat besar, terutama dengan masuknya penyedia layanan OTT asing yang sangat cepat. Oleh karena itu, MNC Group tidak saja berkomitmen untuk bertransformasi ke arah digital, tetapi juga mengakselerasi prosesnya dengan membangun sebuah pusat inovasi atau Innovation Center," ucap Yudi.

Pemaparannya yang bertajuk 'MNC Group Collaboration Opportunities with Young Entrepreneurs', pusat inovasi ini juga berperan sebagai Research and Development (R&D), sebagai semacam think tank untuk perkembangan digital dan inkubasi di dalam perusahaan dan yang memikirkan apa the next generation-nya. Tak heran jika kini MNC Group tidak hanya melakukan upaya digitalisasi layanan media, tetapi juga bergerak ke sektor-sektor lain, seperti financial technology (fintech) atau tekfin dan inovasi Internet of Things (IoT).

"Pusat inovasi MNC Group menjadi tempat bagi sekitar 350 software engineer untuk menciptakan inovasi-inovasi yang dapat membantu bisnis perusahaan mengembangkan traffic, menghasilkan pendapatan, dan meningkatkan efisiensi aktivitas operasional. Salah satunya adalah berinovasi di area OTT, misalnya dengan mengembangkan kapabilitas streaming," ungkapnya.

(dna/dna)