Corona Menggila, Investasi Aman Pak Luhut?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 14 Jul 2021 12:12 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Lonjakan kasus COVID-19 belum berhenti terjadi di Indonesia, bahkan jumlah kasus aktif terus bertambah setiap tahunnya. Pemerintah pun sedang fokus menekan laju pertambahan kasus dengan melakukan PPKM Darurat.

Lalu apakah hal ini akan mempengaruhi laju investasi di Indonesia?

Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan penanganan COVID-19 menjadi acuan kepercayaan diri para investor. Dia menilai, Indonesia harus menangani dengan baik lonjakan kasus COVID-19 agar investor tetap pede menyuntikkan uangnya ke Indonesia.

Di sisi lain, sebetulnya mood para investor saat ini sedang wait and see, alias menunggu dan menimbang. Konsumsi masyarakat yang menurun karena kasus COVID-19 meroket kasusnya menjadi penyebabnya.

"Dalam menarik investor ke depan, kondisi COVID-19 ini jadi acuan. Mereka harus yakin kita tangani ini dengan baik. Konsumsi terus menurun setiap kasus naik, jadi investor ini menimbang dan wait and see. Kalau kita bagus tangani ini, akan menjadi confidence investasi ke Indonesia," papar Luhut dalam acara Investor Daily Summit 2021, Rabu (14/7/2021).

Dia memaparkan sejauh ini target realisasi investasi secara tahunan baru mencapai 24,5%. Sementara itu, penanaman modal asing baru 23,8% dan penanaman modal dalam negeri 25,1%.

Luhut sendiri menilai capaian itu tidak terlalu buruk. "Ini masih cukup bagus untuk dorong investasi," katanya.

Menurutnya, realisasi investasi di Indonesia timur pun tak ada penurunan yang signifikan. Menurutnya, di kawasan ini banyak proyek yang bergerak di industri hilirisasi mineral.

"Kalau dilihat di Indonesia Timur, di mana industri strategis kita banyak di situ belum ada penurunan investasi. Kami siapkan kawasan industri strategis, seperti di Morowali Utara, Kawasan Industri Pulau Obi, Kawasan Industri Tanah Kuning, hingga Weda Bay yang bergerak ke industri hilirisasi mineral," jelas Luhut.

Luhut menegaskan Indonesia siap menerima dan menyambut para investor dalam keadaan apapun, termasuk saat pandemi COVID-19.

Dia mengatakan pemerintah sudah menyiapkan berbagai insentif industri demi menarik investasi. Secara fiskal misalnya, ada insentif berupa tax holiday, tax allowance, insentif bebas bea masuk impor untuk barang mesin dan perlengkapan industri.

Ada juga insentif non fiskal, pemerintah siapkan insentif berupa pembangunan dan pengelolaan sumber listrik mandiri, ada juga bantuan pembangunan infrastruktur, dan perizinan yang mudah secara one door, one stop service.

"Dengan itu, Indonesia siap menyambut investor dalam keadaan apapun meski di tengah pandemi global," tegas Luhut.

Di sisi lain pemerintah juga mengupayakan pemulihan ekonomi nasional dengan meningkatkan anggaran PEN. Langkah itu, bertujuan untuk memulihkan ekonomi dan menjaga confidence para investor.

"Kita angkanya memang relatif kecil di angka 6% dari PDB, tapi dampaknya bagus. Di triwulan I 2021 pertumbuhan ekonomi kita ini mulai naik, triwulan II juga saya rasa sangat bagus. Sampai kemudian bulan Juni masuk kita dengan pandemi dari COVID-19 delta variant ini," kata Luhut.

Kembali ke awal, kepercayaan diri investor mengacu pada bagaimana penanganan COVID-19 cepat diselesaikan. Maka dari itu Luhut juga meminta bantuan semua pihak agar disiplin menjaga protokol kesehatan dan bisa cepat kembali ke normal.

"Saya juga ingin sampaikan mari lakukan bersama protokol kesehatan agar bisa mengarah ke normal. Kita mesti sadari COVID-19 ini masih panjang, belum ada satu negara pun mengendalikan COVID ini. Semua berulang ke disiplin protokol kesehatan," jabar Luhut.



Simak Video "Elon Musk Tertarik Berinvestasi di RI Usai Bertemu Luhut"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)