Apa Aja Sih Pantangan Orang Dalam Berinvestasi?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 15 Jul 2021 08:40 WIB
Jakarta -

Investasi menjadi hal yang tengah populer dibicarakan kalangan milenial maupun 'sobat misqueen' saat ini. Ada banyak instrumen investasi yang jadi primadona, mulai dari emas, saham, reksa dana hingga kripto.

Financial Educator, Angga Andinata berbagi hal-hal yang tidak boleh dan boleh dilakukan dalam berinvestasi. Angga menyarankan sebelum mulai berinvestasi agar bisa menyiapkan dana darurat terlebih dulu. Dana darurat tersebut nantinya bisa disimpan dalam investasi yang aman dan likuid.

"Kita harus punya 6 kali biaya hidup bulanan dulu sebelum memulai investasi yang lebih agresif. Misalnya 80% untuk di deposito sisanya untuk kripto," kata Angga dalam acara D'mentor detikcom, Rabu (14/7/2021).

Kemudian, selesaikan terlebih dahulu utang-utang yang dimiliki sebelum berinvestasi. Menurutnya, sebelum berinvestasi harus menyisihkan terlebih dahulu dana wajib kemudian juga harus bebas dari beban utang.

"Percuma kita profit 10% per tahun tetapi kita dibungai 30% per tahun. Makanya sebelum investasi kita bayar utang kita dulu aja," ungkapnya.

Kemudian, pastikan apa tujuan dari investasi yang dilakukan. Hal ini penting agar investasi itu menjadi jelas tujuannya. Angga mencontohkan bagaimana merealisasikan tujuan investasi menjadi bebas finansial.

"Ini kan tujuan dari sobat missqueen jadi sobat financial independent. Kalau mau merdeka rulenya, aset investasi itu 25 kali dari biaya tahunan kita. Kalau satu bulan pengeluaran Rp 10 juta, per tahun 120 juta, 120 kali 25 kita harus punya tabungan Rp 3 miliar, bisa dibilang financial freedom, itu di umur berapa aja," jelasnya.

Angga mengingatkan kembali, bahwa dalam berinvestasi itu juga memiliki beberapa protokol. Mulai dari edukasi untuk diri sendiri, mengubah kebiasaan konsumtif menjadi produktif, mencari pola investasi yang sesuai, kemudian belajar dari pengalaman.

(eds/eds)