Ada Pabrik Langgar PPKM Darurat, Luhut Minta Polisi Turun Tangan

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 17 Jul 2021 10:45 WIB
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Menko Marves)
Foto: Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Menko Marves)

Arahan tersebut diberikan karena masih ada temuan di lapangan bahwa banyak perusahaan yang merubah IOMKI mereka dari sektor esensial menjadi kritikal. Tujuannya supaya mendapatkan akses 100% bekerja dari kantor/perusahaan (WFO) padahal mereka tidak termasuk dalam sektor kritikal.

Demi menghindari lonjakan kasus pada sektor industri, selain perlu pengetatan, Luhut meminta vaksinasi gotong royong dipercepat. Dia juga meminta pelaku yang bekerja di sektor industri tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

"Vaksin gotong royong kita terus push untuk bisa vaksin langsung di pabrik-pabrik industri, khususnya daerah DKI Jakarta," tambahnya.

Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 15 Tahun 2021 tentang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali pada diktum ketiga, pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial diberlakukan 25% hingga 50% maksimal staf work from home (WFH). Sedangkan, pada sektor kritikal diberlakukan 100% maksimal staf WFO.

Pemerintah pun menargetkan mobilitas dan aktivitas masyarakat selama PPKM Darurat turun -30% hingga -50%. Dalam analisis historis, angka tersebut dapat menekan lonjakan kasus yang terjadi dalam sebulan ini.


(toy/ara)