Mantap! Jumlah Bos Perempuan di Perusahaan Jasa Keuangan Makin Banyak

Ignacio Geordi Osvaldo - detikFinance
Senin, 19 Jul 2021 10:58 WIB
Business woman with drawn powerful hands
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Proporsi perempuan pada bagian dewan direksi di 200 perusahaan keuangan terkemuka Inggris telah meningkat hampir sepertiga dalam lima tahun. Peningkatan ini terjadi sejak pemerintah meluncurkan inisiatif untuk meningkatkan keseimbangan gender di sektor ini.

Melansir dari Reuters, Senin (19/7/2021), menurut tinjauan dari think tank New Financial, jumlah wanita di dewan direksi di perusahaan telah meningkat menjadi 32% dari 23% sejak peluncuran HM Treasury Women in Finance Charter pada Maret 2016.

Sementara itu, berdasarkan hasil tinjauan yang sama, keterwakilan jumlah perempuan di komite eksekutif telah meningkat menjadi 22% dari 14%.

Berdasarkan tingkat perubahan saat ini, diperkirakan jumlah perempuan di ruang dewan akan mencapai kesetaraan pada tahun 2029 dan di komite eksekutif pada tahun 2033.

"Sementara perwakilan perempuan bergerak ke arah yang benar, jalan masih panjang," kata Yasmine Chinwala, mitra di New Financial dan salah satu penulis laporan tersebut.

Meski demikian, Chinwala merasa bahwa untuk mengusung kesetaraan gender di ruang dewan pada industri keuangan masih sangatlah sulit.

"Jika industri ingin mempertahankan laju perubahan dalam setengah dekade ke depan, ia (industri) harus menghadapi tantangan yang lebih berat."

Diantaranya terdapat kebutuhan untuk membangun saluran bakat perempuan, memastikan akuntabilitas diambil di seluruh organisasi dan untuk mengembangkan lebih banyak perempuan dalam peran yang dapat menghasilkan pendapat.

Selain Chinwala, kepala eksekutif di perusahaan asuransi Inggris Aviva, Amanda Blanc, juga ikut mendukung ada perkembangan kesetaraan perempuan pada industri keuangan.

"Selama lima tahun ke depan, kita perlu beralih dari bicara ke tindakan, dari bekerja dalam isolasi menjadi bekerja bersama, dan beralih dari persepsi sempit tentang keragaman gender untuk mencakup perempuan dari setiap lapisan masyarakat dan setiap bagian masyarakat," kata Amanda Blanc.

(eds/eds)