Biar Melek Keuangan, Ibu-ibu Diajak Jadi Agen Asuransi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 09 Jul 2021 20:18 WIB
Ilustrasi Asuransi Online
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Literasi asuransi di Indonesia hanya 19,4% lebih rendah dari indeks perbankan yang sudah ada di angka 36,12%. Hal ini didasarkan pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019.

President Director PT KSK Insurance Indonesia Dato' Dr. Sharifuddin Wahab mengatakan pemahaman literasi terutama perasuransian perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami dan mampu menerapkan beragam keterampilan keuangan.

"Kami sebagai perusahaan asuransi ingin memberikan manfaat lebih kepada masyarakat Indonesia, sehingga kami mengadakan program KSK Peduli Ibu Tunggal Cerdas Finansial," ujarnya, Jumat (9/7/2021).

Ia mengungkapkan, webinar literasi keuangan ibu tunggal cerdas financial berlangsung sangat interaktif, informatif, dan antusias yang tinggi dari peserta. Kegiatan selanjutnya akan diadakan secara berkelanjutan dengan program pelatihan pengembangan diri untuk menjadikan para ibu tunggal seorang agen asuransi yang bersertifikat.

Sementara itu, Direktur Keuangan KSK Insurance Indonesia Suharjo Lumbanraja mengatakan, berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2016, ada 7 juta perempuan menjadi kepala keluarga. Manajemen menilai perlu mengadakan program literasi keuangan untuk ibu tunggal.

"Di sisi lain, program ini menjadi sebuah terobosan di industri asuransi umum karena memberdayakan sosok ibu tunggal agar cerdas finansial," tutur Suharjo.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran KSK Insurance Indonesia Eny Handayani menambahkan setelah webinar, acara selanjutnya adalah pelatihan dan pendampingan yang pengisi materinya adalah tenaga ahli atau tenaga pendidik.

"Kami berharap program ini mampu memberdayakan ibu tunggal untuk menjadi ibu tunggal yang mandiri," ujar Eny.

Selain itu, Insurance Consultant Ryana Anggriani Arief yang merupakan ibu tunggal sejak tahun 2002, berbagi pengalaman kepada seluruh peserta dan membuat acara semakin interaktif.

"Kegiatan ini sangat bagus karena membantu mencerdaskan ibu tunggal untuk lebih melek terhadap pengelolaan keuangan, terlebih ke depannya akan ada program pengembangan diri selama tiga bulan," ungkapnya.

(kil/ara)