Banjir di China Telan Korban, 14 Pekerja Terowongan Jalan Tol Tewas

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 23 Jul 2021 11:11 WIB
Rescuers build embankments to pump out water from a flooded tunnel in Zhuhai city in south Chinas Guangdong province Friday, July 16, 2021. Divers have been dispatched in the search for 14 workers missing since water flooded a tunnel under construction in southern China three days ago, authorities said Sunday, July 18, 2021. (Chinatopix via AP)
Terowongan di Zhuhai, China/Foto: Chinatopix via AP
Jakarta -

Sebanyak 14 pekerja terowongan meninggal dunia akibat banjir besar yang terjadi di China. Para pekerja terjebak dan tak bisa menyelamatkan diri di dalam terowongan akibat banjir China.

Pemerintah kota Zhuhai belum memberikan informasi lebih lanjut terkait insiden tersebut. Terowongan Shijingshan merupakan salah satu proyek pembangunan jalan tol yang sedang dalam proses pembangunan. Letaknya berada dekat waduk provinsi Guangdong yang juga dekat dengan Hong Kong dan Makau.

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (23/7/2021), tim penyelamat sedang berupaya mengevakuasi jenazah dengan mengerahkan kapal selam dan peralatan canggih lainnya. Selain itu tim juga berusaha memompa air agar keluar dari terowongan.

Ada dugaan jika para pekerja tak sempat menyelamatkan diri karena cepatnya debit air yang masuk. Kemudian disebutkan juga material runtuh dari terowongan tersebut.

Proyek pembangunan ini juga sebelumnya bermasalah, yaitu pada Maret ada dua pekerja yang tewas namun penyebabnya belum diketahui. Memang di wilayah tersebut pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi target pemerintah.

Namun pemerintah kerap kali mengesampingkan standar keselamatan pekerja, pemeliharaan yang buruk hingga korupsi yang merajalela. Hal ini turut menimbulkan seringnya kecelakaan kerja di China.

Sebelumnya pada 2015 juga terjadi musibah ledakan di sebuah gudang kimia di Tianjin. Insiden ini menewaskan 173 orang termasuk petugas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian.

Ledakan disebabkan oleh konstruksi ilegal dan penyimpanan bahan-bahan yang mudah terbakar dengan standar keamanan yang sangat rendah.

(kil/ara)