Mau Vaksin COVID-19 di Pelabuhan? Begini Caranya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 23 Jul 2021 21:00 WIB
The hands in blue glove of the scientist hold the processor
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77
Jakarta -

Program vaksinasi COVID-19 gencar dilakukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berbagai tempat disulap untuk menjadi sentra vaksin, agar memudahkan masyarakat untuk mencapai herd immunity.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar vaksinasi massal di setiap pelabuhan yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan guna mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran dan melindungi diri dari COVID-19.

Diharapkan seluruh insan transportasi, buruh TKBM, pekerja, dan masyarakat maritim di lingkungan pelabuhan bisa mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo mengungkapkan beberapa waktu lalu program vaksinasi massal telah dilaksanakan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dan Pelabuhan Tual Maluku.

Kini, vaksinasi massal juga digelar di wilayah Tanjung Redeb dan wilayah Panarukan. "Vaksinasi ini ditujukan untuk karyawan serta masyarakat sekitar," kata Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (23/7/2021).

Dia mengharapkan kegiatan vaksinasi COVID-19 dapat segera diikuti oleh UPT lain agar dapat membantu meningkatkan jumlah masyarakat yang sudah menerima vaksin.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tanjung Redeb, Hotman Siagian menyebutkan kegiatan vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat Berau merupakan hasil kerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pemerintah Daerah, unsur TNI dan Polri, serta pihak terkait lainnya.

"Kami melakukan sosialisasi bahwa vaksin ini bermanfaat untuk memberikan perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dan vaksinasi COVID-19, juga bisa mencegah menyebarkan virus COVID-19 ke orang lain," kata Hotman.