Terpopuler Sepekan

Dahlan Iskan Soal Corona Ngamuk: Ada yang Bangga Strategi Kita yang Benar

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 24 Jul 2021 14:45 WIB
Dahlan Iskan
Foto: Tangkapan layar
Jakarta -

Pekan lalu, kasus COVID-19 melonjak drastis dengan kenaikan kasus positif mencapai 56 ribu lebih di Indonesia. Pada Jumat (23/7) kemarin penambahan kasus positif baru mencapai 49.071 kasus.

Kenaikan kasus yang signifikan tersebut membuat Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan turut bersuara. Dia pun mengungkapkan sindiran karena sebelumnya ada yang membanggakan strategi Indonesia yang benar dalam penanganan COVID-19.

"Belakangan, bahkan, mulai ada yang berbangga: strategi kitalah yang benar. Saya pun sempat mengakui bahwa kita memang hebat," tulis Dahlan, dikutip dari disway, Sabtu(24/7/2021).

Meski begitu, dia tak mengungkapkan secara lugas siapa sosok yang berbangga diri tersebut. Melihat kasus yang semakin bertambah, Dahlan menilai tak ada lagi yang berani mengklaim strategi Indonesia yang benar dalam menangani pandemi.

"Tentu kini tidak ada lagi yang berani mengatakan strategi kita yang benar. Angka penderita Covid kita 54.000 di satu hari. Senin lalu - diumumkan Selasa. Brazil, yang sudah beberapa hari lebih baik dari kita, hari itu 57.000," papar Dahlan.

Pemerintah sendiri mengklaim pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) adalah yang paling tepat dilakukan. Itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi mengaku mendapat banyak masukan, seperti lockdown dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19. Namun, menurut Jokowi, PPKM Mikro yang berlaku kala itu sudah paling tepat.

"Pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan COVID-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, kondisi sosial, kondisi politik di negara kita Indonesia dan juga pengalaman-pengalaman dari negara lain dan pemerintah telah memutuskan PPKM Mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan COVID-19 hingga ke tingkat desa atau langsung ke akar masalah, yaitu komunitas," kata Jokowi, melalui YouTube Setpres, Rabu (23/6/2021).



Simak Video "Kasus Turun Namun Banyak Provinsi Belum Update Data Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)