Unik! Perusahaan China Mau Bikin Pangsit Babi dari Tumbuhan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 11:05 WIB
Ilustrasi pangsit
Foto: Getty Images/iStockphoto/wmaster890
Jakarta -

Perusahaan pembuat 'daging' nabati, Beyond Meat, telah berencana untuk mengalihkan fokus produksinya pada pasar China. Saat ini perusahaan tersebut tengah berupaya untuk menciptakan produk nabati terbarunya di China yakni 'pangsit babi'.

Melansir CNBC, Senin (26/7/2021), sementara banyak produk 'daging' nabati didasarkan pada masakan barat, Beyond Meat mengatakan bahwa mereka akan menjual produk baru dengan rasa lokal di JD.com. Di China, Beyond Meat berencana untuk memasarkan produk Beyond Pork miliknya serta beberapa produk dengan rasa lokal lainnya seperti lion's head meatballs.

Tidak berhenti di sana, kini perusahaan pembuat 'daging' nabati tersebut berencana untuk membuat pangsit babi 'palsu'. Hingga saat ini, produk pangsit babi 'palsu' tersebut masih dalam tahap penelitian.

Namun, perusahaan mengatakan bahwa membuat pangsit babi 'palsu' ini bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan rasa dari pangsit babi itu sendiri yang sulit untuk digantikan secara nabati.

Penelitian ini dimulai dari mencari tahu mengapa produk asli terasa dan berbau seperti itu, kemudian mereka mengganti bahan penyusun yang berasal dari daging, karbohidrat, dan lemak hewani tersebut menjadi substansi nabati, sebelum menggabungkannya secara mikroskopis untuk mencerminkan rasa dan aroma yang asli.

"Ini kedengarannya mudah dilakukan, tetapi sebenarnya dibutuhkan banyak ilmu pengetahuan," kata salah satu peneliti pangsit babi tersebut, Dr. Chen Dong Fang.

Dalam proses pembuatannya, diperlukan teknik-teknik canggih seperti kromatografi gas atau spektrometri massa.

"Ini tidak sepele," tegasnya.

Meski demikian, Chen merasa cukup optini dengan pembuatan produk tersebut. Dia merasa bahwa pembuatan produk tersebut dapat menjadi dobrakan ilmu pengetahuan dalam memproduksi suatu produk kuliner.

"(produk tersebut) memicu revolusi (kuliner) menggunakan ilmu pengetahuan modern," kata Chen.

(fdl/fdl)