Puluhan Pegawainya Disebut Wafat karena COVID-19, TransJakarta Bilang Begini

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 15:58 WIB
PT TransJakarta mewajibkan penumpang memiliki STRP mulai 12 Juli. Akibatnya, Halte Flyover Raya Bogor yang biasanya ramai kini sepi penumpang.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mendapat laporan bahwa 20 pegawai PT Transjakarta meninggal karena terjangkit virus Corona (COVID-19).

Dia pun meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melakukan sidak ke badan usaha miliki daerah (BUMD) DKI Jakarta itu.

"Pak Anies, Gubernur DKI Jakarta periksa PT Transjakarta, itu beroperasinya 100%. Sampai hari ini saya baru mendapatkan laporan tingkat kematian para pekerja buruh karyawan TransJakarta lebih dari 20 orang, hari ini masih ada yang mati," kata Iqbal dalam konferensi pers virtual, Senin (26/7/2021).

Hal itu dia ketahui dari hasil survei yang dilakukan oleh KSPI terhadap berbagai perusahaan.

"Ini ada apa dengan pemerintah DKI Jakarta? terutama Kadishub Pemda DKI Jakarta. Ini survei ada di data kami langsung dari karyawan Transjakarta. Ada apa ini dengan gubernur DKI Jakarta? di 'rumahnya sendiri' saja TransJakarta di bawah BUMD Pemda DKI 20 orang pekerja buruh sudah meninggal, Pak Gubernur, dan ratusan orang sudah tertular COVID-19," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Betris menjelaskan bahwa pihaknya melakukan segalanya dengan aturan yang berlaku.

"Tidak ada yang senang apabila karyawannya ada yang meninggal," kata dia melalui pesan singkat.

Pihaknya pun mempersilakan bila ada yang ingin menginvestigasi PT Transjakarta selama memang berhak untuk melakukan itu.

"Kami pikir silakan saja kalau ada pihak yang mau menginvestigasi tentunya pihak yang berhak," tambahnya.



Simak Video "KSPI: Dari 10 TKA di RI, 3-4 Orang Positif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)