Peran Perbankan Nasional Selamatkan UMKM dari Ganasnya Pandemi Corona

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 27 Jul 2021 12:58 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pemerintah terus mendorong peningkatan kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Perbankan nasional pun saat ini terus meningkatkan pagu kreditnya fokus pada UMKM, salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Ketua Asosiasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan kenaikan pagu kredit UMKM di perbankan nasional sangat penting untuk mendorong sektor UMKM yang saat ini sedang berusaha bangkit. "Ini kan pada posisi UMKM mau bangkit dari penderitaannya akibat pandemi selama 1,5 tahun terakhir. Contohnya BRI meningkatkan pagu karena kebutuhan saat ini luar biasa," ujar Ikhsan belum lama ini.

Dia mengungkapkan, saat ini baru sekitar 30-50 persen pelaku UMKM yang mulai bangkit. Kebanyakan dari mereka sedang berjuang dalam mencari permodalan dan transformasi digital dalam situasi pandemi. BRI bisa berperan menjembatani kebangkitan pelaku UMKM ini, baik dari sisi pinjaman untuk permodalan maupun bantuan lainnya.

BRI juga bisa memainkan perannya dalam transformasi digital para pelaku UMKM, misalnya dengan terus mengoptimalkan literasi digital dan mengembangkan komunitas digital di kalangan pelaku UMKM. Transformasi ke digital, menurut Ikhsan, menjadi salah satu solusi bagi pelaku UMKM.

Berdasarkan data Akumindo, terdapat sekitar 13 juta pelaku UMKM yang sudah go digital, dengan 5 juta di antaranya bertambah selama pandemi. Tentu ini potensi besar bagi pangsa kredit UMKM BRI. Namun Ikhsan berharap pendampingan yang telah diberikan Pemerintah dan perbankan bisa ditingkatkan lagi di masa pandemi.

"Perbankan memberikan kredit tanpa agunan akan lebih baik untuk pelaku usaha," ujar Ikhsan mengusulkan.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan untuk mengembangkan UMKM khususnya di segmen mikro, BRI telah merumuskana dua strategi utama. Pertama, menumbuhkembangkan nasabah atau debitur eksisting. BRI telah melakukan ribuan upaya pemberdayaan untuk mengembangkan nasabah eksisting yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Pemberdayaan itu mulai dari literasi digital hingga membantuu nasabah menemukan bisnis model baru, termasuk mendigitalisasi pasar tradisional. "Lebih dari 4.500 pasar tradisional di Indonesia telah menggunakan platform web pasar BRI atau pasar.id," kata Sunarso.

Strategi kedua, BRI berusaha menemukan sumber-sumber pertumbuhan kredit yang baru dengan menyasar segmen yang lebih kecil lagi, yakni ultra mikro. Beragam inovasi digital dihadirkan BRI, termasuk membangun ekosistem digital yang fokusnya mendukung kegiatan-kegiatan produktif di masyarakat melalui cara-cara baru, dan optimalisasi pengembangan BRIBRAIN.

Bersambung ke halaman selanjutnya.