Ekonomi Inggris Diprediksi Tumbuh 7% Tahun Ini, Kok Bisa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 28 Jul 2021 08:25 WIB
Inggris masuk ke dalam jurang resesi. Ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Inggris pada kuartal II 2020 yang minus hingga 20,4%, dan kuartal I minus 2,2%.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Dana Moneter Internasional (IMF/International Monetary Fund) menyatakan pemulihan ekonomi di Inggris akan berjalan dengan cepat. Hal itu terjadi karena Inggris menjadi negara paling cepat pulih dari pandemi COVID-19.

IMF menyatakan akses vaksin menjadi salah satu faktor yang mempercepat pemulihan ekonomi di Inggris. Mereka menyebut negara-negara di dunia terbelah dua sesuai dengan akses vaksinnya, Inggris masuk ke dalam negara yang akses vaksinnya cukup baik dan akan mengalami percepatan pemulihan ekonomi.

Dilansir dari BBC, Rabu (28/7/2021), di kala prospek ekonomi banyak negara berkembang telah melemah. Prospek ekonomi di Inggris justru diprediksi meningkat menjadi 7%, peningkatan prospek yang paling besar di antara negara maju lainnya.

Kanselir Inggris, Rishi Sunak, menyambut baik apa yang disebutnya sebagai tanda-tanda positif untuk ekonomi pulih lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Namun, dia mengakui bahwa masih ada tantangan ke depan yang dihadapi negaranya. Dia mengatakan pemerintah Inggris akan tetap fokus melindungi dan menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin.

IMF mengatakan ada pembagian yang jelas antara negara-negara yang berhasil menangani pandemi dan negara dengan COVID-19 yang justru terus meningkat.

Laporannya mengatakan bahwa di negara-negara kaya lah yang bisa menangani pandemi lebih cepat dengan hampir 40% dari populasi sudah divaksinasi.

Namun, IMF memperingatkan di negara-negara dengan tingkat infeksi yang sangat rendah, pemulihan ekonomi tidak terjamin selama virus tersebut beredar di tempat lain.

Bila negara-negara kaya disatukan, pertumbuhan ekonominya diprediksi akan lebih kuat tahun ini dengan kenaikan setengah poin persentase. Tetapi ada penurunan peringkat untuk seluruh dunia yang membuat perkiraan pertumbuhan ekonomi secara global di tahun 2021 tidak berubah pada level 6%.

(hal/fdl)