IMF Pangkas Ekonomi RI Jadi 3,9%, Apa Kata Kemenkeu?

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 28 Jul 2021 15:27 WIB
Gedung Kementerian Keuangan
Foto: Yulida Medistiara/detikFinance
Jakarta -

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 dari 4,3% jadi 3,9%. Proyeksi itu masih sejalan dengan asumsi terbaru Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang memperkirakan 3,7-4,5%.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengatakan risiko ketidakpastian memang masih tinggi dengan adanya varian Delta sehingga membayangi pemulihan ekonomi. Risiko itu tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga seluruh dunia.

"Pandemi COVID-19 memberikan ketidakpastian yang sangat tinggi terhadap ekonomi. Kita perlu sangat hati-hati dan terus menjaga disiplin pada protokol kesehatan. Kita juga belajar bahwa akselerasi vaksinasi menjadi salah satu kunci utama pengendalian kasus," kata Febrio dalam keterangan tertulis dikutip detikcom, Rabu (28/7/2021).

Pemerintah juga mewaspadai kemungkinan percepatan normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) sebagai implikasi dari pemulihan ekonomi yang cepat, yang dapat mendorong pembalikan arus modal menuju negara tersebut.

Indonesia, kata Febrio akan terus mengambil manfaat dari prospek ekonomi global yang masih kondusif, sambil mewaspadai risiko-risiko yang ada. Permintaan produk ekspor yang diperkirakan masih baik seiring solidnya outlook pertumbuhan global menjadi peluang untuk terus mendorong kinerja manufaktur di 2021.

Di samping itu, vaksinasi merupakan salah satu kebijakan kunci bagi setiap negara untuk mengendalikan pandemi COVID-19. Pemerintah menargetkan vaksinasi harian di tingkat 1,5 juta dosis, dan akan terus ditingkatkan secara gradual.

Per 27 Juli 2021, total kumulatif vaksin yang telah diberikan pada masyarakat mencapai 63,94 juta dosis. Pemerintah juga telah memastikan bahwa jumlah vaksin tersedia agar percepatan vaksinasi dapat dilaksanakan sesuai target.

"Ke depan, pemerintah akan tetap bekerja keras untuk terus melakukan percepatan vaksinasi agar pelaksanaannya konsisten sesuai dengan target yang ditetapkan," tandasnya.

Lihat juga Video: Menko Perekonomian Yakin Ekonomi RI Bisa Tembus 8%

[Gambas:Video 20detik]



(aid/aid)