Meski Kasus Corona Naik, Bank Sentral AS Pede Ekonomi Bisa Pulih

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 08:32 WIB
Jerome Powell
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve menyebutkan pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) masih sesuai dengan prediksi sebelumnya.

Hal ini meskipun adanya peningkatan kasus positif COVID-19 di berbagai wilayah. Dikutip dari Reuters disebutkan jika bank sentral berupaya untuk membuat kebijakan baru untuk menopang perekonomian.

Chairman The Fed Jerome Powell mengungkapkan bank sentral mengungkapkan varian delta ini memang menular lebih cepat. Namun Fed juga memiliki rencana untuk menghentikan kebijakan 'krisis' yang sedang ditempuh saat ini.

"Akan ada konsekuensi kesehatan di wilayah yang kasusnya semakin meningkat. Tapi dampak ke ekonominya kecil," kata dia, dikutip Kamis (29/7/2021).

Powell mengungkapkan, para pelaku ekonomi sudah belajar untuk menangani masalah ini. Tercermin dari dampak ekonomi yang semakin mengecil. Memang Powell tak menampik jika COVID-19 ini mengganggu pasar tenaga kerja hingga mengganggu pembukaan sekolah di musim gugur.

Dalam pertemuan, Fed juga membahas terkait pengurangan pembelian obligasi negara. "Kami akan mulai mengurangi," ujarnya.

Secara keseluruhan Fed meyakini jika varian delta ini tak akan mengganggu perekonomian. Pasalnya program vaksinasi yang gencar di banyak negara, termasuk di AS serta kebijakan ekonomi yang kuat hingga mulai terlihatnya indikator kegiatan ekonomi dan lapangan kerja yang terus menguat.

Menurut Fed jika krisis kesehatan mulai membaik, maka hal itu adalah waktu yang tepat untuk pemulihan perekonomian.

Kepala Ekonom III Capital Management Karim Basta mengungkapkan jika ekonomi AS memang terlihat lebih optimis dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.

Dia menyebutkan rencana bank sentral untuk mengurangi pembelian surat utang ini sepertinya sudah dirancang sebelumnya.



Simak Video "Trump Sindir The Fed Hanya Pengekor"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)