Gokil! Facebook Raup Pendapatan Rp 421 Triliun Kuartal II 2021

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 09:48 WIB
Ilustrasi Facebook
Foto: detikINET - Irna Prihandini
Jakarta -

Facebook mencatatkan pendapatan hampir US$ 29,1 miliar atau setara dengan Rp 421,95 triliun (asumsi kurs Rp 14.500) kuartal II tahun ini. Angka tersebut naik 56% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya ketika bisnis iklan online terpukul COVID-19.

Dikutip dari CNN disebutkan jika laba perusahaan tercatat hampir US$ 10,4 miliar atau sekitar Rp 150,8 triliun jauh di atas proyeksi banyak analis yang hanya US$ 8,7 miliar atau sebesar Rp 126,15 triliun.

CFO Facebook David Wehner mengungkapkan kinerja bisnis hingga akhir tahun ini diproyeksi tidak begitu cemerlang.

Hal ini karena ada potensi perlambatan penjualan karena perubahan beberapa peraturan. Dia menyebut secara spesifik yaitu pada fitur pelacakan di iOS Apple belum lama ini.

Wehner mengatakan hal ini akan mempengaruhi bisnis Facebook secara keseluruhan pada kuartal ketiga. Setelah laporan keuangan ini, saham Facebook tercatat turun hampir 4%.

Memang setelah update software iOS 14.5 Apple meminta pengguna untuk memberikan izin kepada aplikasi untuk melakukan pelacakan perilaku pengguna.

Misalnya untuk data pribadi seperti usia, lokasi, kebiasaan belanja dan informasi kesehatan. Nantinya Apple akan menjual data-data ini kepada pengiklan.

Facebook menolak keras rencana tersebut, hal ini karena berpotensi mengganggu iklim bisnis Facebook ke depan.

Selain itu Facebook juga menghadapi peraturan yang semakin ketat. Ada RUU antimonopoli yang diusulkan oleh anggota parlemen bulan lalu.

Sebelumnya Presiden AS Joe Biden mengungkapkan jika kesalahan informasi kesehatan di platform media sosial ini bisa 'membunuh orang'.

Bahkan sekelompok orang melakukan protes di depan kantor Facebook Washington DC dengan meletakkan kantong jenazah dengan tulisan "disinformation kills".

Pada Selasa, Facebook mengumumkan kemitraan dengan Digital Health Lab Meedan. Yakni sebuah organisasi nirlaba teknologi global, untuk membantu melatih tim pemeriksa fakta agar menemukan kesalahan informasi kesehatan.

Facebook saat ini memiliki 2,9 miliar pengguna aktif bulanan. Angka ini naik 7% dibandingkan kuartal lalu.

(kil/zlf)