Transaksi Dagang RI ke Inggris Keok dari Negara Tetangga

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 15:45 WIB
Setelah beberapa bulan mengalami defisit alias tekor, pada Mei 2019 posisi neraca perdagangan berbalik menjadi surplus.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi membeberkan bahwa transaksi perdagangan Indonesia dan Inggris kalah dibandingkan negara-negara tetangga.

Dia menjelaskan Indonesia dan Inggris telah memiliki hubungan bilateral selama 72 tahun. Di tahun 2020, Inggris merupakan negara peringkat ke-22 tujuan ekspor dan peringkat 20 sumber impor non-migas bagi Indonesia, dengan total perdagangan bilateral kedua negara mencapai US$ 2,2 miliar.

"Dari nilai tersebut, Indonesia masih menikmati surplus perdagangan dengan Inggris sebesar US$ 327 juta dengan nilai ekspor Indonesia ke Inggris di tahun 2020 mencapai US$ 1,28 miliar yang mencakup beberapa produk unggulan, antara lain footwear, produk kayu, dan furniture hingga produk CPO," katanya dalam Talkshow UK SME's Business Summit 2021, Kamis (29/7/2021).

Namun, sebagai negara anggota G20, dijelaskan Lutfi nilai perdagangan Inggris dan Indonesia masih relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN.

"Di wilayah ASEAN saja Indonesia hanya menempati peringkat kelima trading partner dengan Inggris setelah Singapura, Vietnam, Thailand, dan Malaysia," sebutnya.

Pasca Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa, dijelaskan dia masih terdapat beberapa tantangan utama bagi produk Indonesia dapat memasuki pasar Inggris.

"Standar Inggris sangat tinggi dan terkadang membutuhkan private certification, kerap membebani pelaku usaha terutama UMKM. Selain itu beberapa kebijakan perdagangan Inggris pasca Brexit juga akan mengalami perubahan dari aturan Uni Eropa sebelumnya, sehingga dapat berpotensi menjadi hambatan bagi eksportir Indonesia," ujarnya.

Lutfi meyakini bahwa nilai perdagangan Indonesia-Inggris ke depannya dapat ditingkatkan lebih besar lagi. Untuk mendorong itu, pada April lalu dia dengan Secretary of State for International Trade United Kingdom Elizabeth Truss, menandatangani kontrak kesepahaman pembentukan komite ekonomi dan perdagangan bersama atau joint economic trade committee (JETCO).

"Penandatanganan hal tersebut sekaligus menandai babak baru dalam hubungan bilateral antara kedua negara, dan diharapkan dapat mendorong peningkatan hubungan ekonomi perdagangan dan investasi kedua negara di masa depan, serta dapat membuka akses pasar barang dan jasa Indonesia ke pasar Inggris Raya, serta mendorong investasi Inggris ke Indonesia," lanjutnya.

Selain itu, kerja sama tersebut juga akan membuka kemungkinan kemitraan ekonomi dan perdagangan yang lebih komprehensif antara ke dua negara.

"Diharapkan dengan adanya JETCO juga dapat membantu mengidentifikasikan dan menghilangkan hambatan perdagangan bagi eksportir Indonesia untuk dapat memasuki pasar Inggris," tambahnya.

(fdl/fdl)