Erick Thohir Mau UMKM Tembus Inggris, Minta Tolong ke Bank BUMN

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 16:24 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers saat menyambut kedatangan vaksin COVID-19 di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). Sebanyak delapan juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia dan selanjutnya akan dilakukan proses produksi oleh Bio Farma. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Erick Thohir Mau UMKM Tembus Inggris, Minta Tolong ke Bank BUMN
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir meminta agar perbankan pelat merah membantu UMKM menembus pasar global, termasuk Inggris. Dia menjelaskan BNI memiliki kantor cabang di London, Inggris. Mereka dapat membantu UMKM Indonesia melebarkan sayapnya ke negara tersebut.

Erick memaparkan hubungan diplomatik Indonesia dengan Inggris sudah terjalin berpuluh tahun lamanya, sejak tahun 1949. Hingga saat ini Inggris merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia termasuk mitra dagang utama di kawasan Eropa.

"Eratnya hubungan dan kemitraan tersebut membuka peluang kerja sama di berbagai sektor termasuk sektor UMKM atau small medium enterprise," katanya dalam Talkshow UK SME's Business Summit 2021, Kamis (29/7/2021).

Dia menilai keberadaan BNI di London sangat penting bagi para pelaku usaha terutama UMKM Indonesia yang sedang didorong pemerintah untuk go global. Erick mendorong bank pelat merah itu berperan sebagai bank milik Indonesia yang dapat menjadi jembatan bagi para pelaku usaha, serta asosiasi pengusaha diaspora di kawasan Inggris dan Eropa untuk bermitra dengan pelaku usaha di Indonesia melalui solusi bisnis yang menyeluruh.

"Antara lain melalui fasilitas dan layanan transaksi yang adaptif dengan tuntutan bisnis," tambahnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dalam kesempatan itu juga meminta agar bank BUMN itu ke depannya dapat berperan dalam melayani aktivitas pebisnis Indonesia di negara mitra, baik eksportir maupun importir, termasuk membantu UMKM dalam melakukan ekspor dan diaspora Indonesia untuk dapat menembus pasar global.

"Tidak hanya memfasilitasi dari sisi pembiayaan tapi juga advisory. Hal ini termasuk membantu pebisnis Indonesia yang ingin mendirikan perusahaan di luar negeri, yang mana semua pelayanan tersebut dapat membantu Indonesia meningkatkan ekspornya," tambah Lutfi.

(toy/fdl)