Mal Tutup Selama PPKM, Go Online Jadi Solusi Buat Tenant Mal?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 18:46 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Seiring dengan pemberlakuan PPKM Level 4 di berbagai kota besar, mal masih diperbolehkan untuk dibuka. Para tenant di mal pun otomatis belum bisa membuka toko-tokonya.

Sederet toko di mal pun mulai mencari cara agar tetap bisa bertahan. Salah satunya dengan memanfaatkan jalur penjualan online.

Menurut Managing Director Sogo Indonesia Handaka Santosa saat ini pihaknya mulai fokus membuka channel penjualan online. Meski begitu, Sogo akan tetap membuka tokonya apabila sudah diizinkan. Dia menjelaskan pihaknya melakukan teknik omni channel.

"Kita juga monitor digitalisasi kita. Tapi kita lebih kepada omni channel jadi kombinasi online offline. Kalau online aja, beli dari rumah, tapi kan nanti juga orang bakal keluar apalagi kalau pandemi selesai. Online tidak akan tunggal, kombinasi ini lebih bijaksana," kata Handaka dalam webinar Markplus, Kamis (29/7/2021).

Handaka mengatakan pihaknya mulai menggantikan produk yang kurang peminat dan memperbanyak produk yang dibutuhkan saat ini oleh para pelanggannya.

Misalnya saja, selain menjual barang kosmetik dan fesyen, Sogo mulai melirik penjualan alat kesehatan, produk farmasi, bahkan furnitur dan alat rumah tangga.

"Kita mulai gantikan produk yang kurang peminatnya. Kita gantikan produk yang jadi fokus dengan customer," ungkap Handaka.

Di sisi lain, tenant makanan juga mulai fokus melakukan layanan pengiriman online. Founder Eatwell Cullinary Sumarno Ngadiman mengatakan pihaknya kini fokus melakukan modifikasi bentuk makanan agar bisa disesuaikan saat dikirim.

"Semua di-push memang melakukan terobosan untuk survival ke online delivery. Nah satu maslaah, ini model makanannya nggak bisa sesuai dengan apa yang kita bikin. Kita mesti modified makanannya supaya sampai ke tamu nggak banyak berubah," ungkap Sumarno.

Dia mengatakan saat ini paltform makanan online bagaikan menjadi sebuah mal baru. Sumarno mengatakan restoran kini berlomba agar bisa tampil di halaman depan platform makanan digital.

"Sekarang saya lihat satu hal, dengan berjalannya waktu platform delivery ini kayak food mall. GoFood, GrabFood, ShopeFood, orang kalau nyari makanan bukan lagi di mal ini ada apa, tapi lihat di platform ini ada apa. Ini memang jadi chanel baru untuk kita," ungkap Sumarno.

"Jadi kita ini bagaimana cara agar bisa berada di front page platform-nya ini," lanjutnya.

(acd/dna)