Cerita Awal Kebab Baba Rafi yang Kini Punya 1.600 Outlet di 10 Negara

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 30 Jul 2021 12:39 WIB
Ekspansi ke India, Kebab Baba Rafi Mau Buka 100 Gerai
Foto: Dok. Baba Rafi
Jakarta -

Owner dan CEO Kebab Baba Rafi Indonesia Nilamsari membagikan kisahnya dalam menggeluti usaha kuliner. Siapa sangka, usaha yang sudah dikenal di mancanegara ini ternyata berawal dari sebuah gerobak.

Nilamsari menceritakan awal memulai usaha pada tahun 2003 ketika dirinya sedang kuliah semester 3 dengan modal hanya Rp 4 juta. Ia mengatakan saat itu yang sedang ada dipikirannya adalah jualan dengan menggunakan gerobak.

"Karena kita berpikir ada risiko yang harus dilalui, dan juga karena kemampuan modalnya hanya segitu, jadi yaudah kita berpatokan sama itu. Dan ketika kita jualan kita mikirnya yaudah simpel aja dengan nama yummy burger," imbuh Nilamsari dalam Webinar Tips Bangun Franchise Kuliner dengan Inovasi Menu Baru yang disiarkan live di detikcom, Kamis (29/7/2021)

Singkat cerita, burger yang dibuat oleh Nilamsari berkembang hingga memiliki 5 gerobak. Namun ia mendapatkan kompetitor yang membuka sistem kemitraan. Sang kompetitor saat itu memiliki 60 outlet. 5 gerobak yang ia punya pun harus ditutup.

Ide membuat bisnis kebab datang ketika Nilamsari beserta keluarga mengunjungi Qatar. Di sana ia tertarik melihat kebab yang disajikan di beberapa sudut kota. Dari situlah ia mempunyai ide untuk membawa kebab ke Indonesia.

Pada awalnya, resep yang dibawa oleh Nilamsari tidak sesuai atau cocok dengan lidah orang Indonesia, hingga akhirnya dia mencoba untuk melakukan inovasi dengan merubah beberapa bahan yang dipakai.

"Bumbunya kita ganti dengan bumbu lokal, kayak contohnya tadinya pake yoghurt kita ganti pake mayonaise, terus sausnya kita ganti dengan saus merek ABC, jadi oke. Kita tambahin keju juga, jadi orang suka," tutur Nilamsari.

Singkat cerita, dirinya membuka usaha dengan 1 gerobak yang pernah dipakai pada usaha sebelumnya dan membuka outlet pertama di dekat tempat tinggalnya. Ini dilakukan agar Nilamsari dapat mudah untuk memonitor dan menerima tanggapan dari konsumennya.

Kemudian usaha tersebut berkembang menjadi 10 outlet dan booming di Surabaya. Banyak dari teman-temannya juga yang meminta izin untuk mencoba membuka bisnis yang sama, ia pun menyiasati dengan mengizinkan dengan catatan mereka harus membeli bahannya di usaha miliknya.

Namun, karena tak adanya SOP banyak outlet-outlet tersebut yang melanggar. Banyak bahan-bahan yang diganti atau tidak sesuai dengan SOP. Ia akhirnya memutuskan untuk memberikan standar operasional yang harus dilakukan oleh para outlet, salah satunya adalah mewajibkan semua outlet memakai nama Kebab Baba Rafi.

Pada akhirnya, ia memanggil semua outlet tersebut dan memberlakukan sebuah SOP yang harus dijalankan oleh outlet-outletnya. Nilamsari kemudian mencoba untuk belajar menjadi seorang franchisor. Ia bergabung dengan Asosiasi Franchise Indonesia dan mendapatkan ilmu yang sangat banyak.

"Usai mendapatkan surat tanda waralaba dari Dinas Perdagangan (Kementerian Perdagangan) kita sudah go franchise. Dan beberapa mulai berkembang, mulai berkembang ke Malang, Kalimantan, Sulawesi, hingga 2008 kita mulai berkembang ke Jakarta," ungkap Nilamsari.

"Dan 2009 sudah mulai masuk ke Malaysia, kita masuk ke Filipina, dan alhamdulillah sekarang Baba Rafi sudah ada kurang lebih 1.600 outlet di 10 negara dan terakhir buka di India," sambungnya.

Cerita dari Nilamsari ini terdapat di dalam satu sesi Webinar yang diselenggarakan oleh Kraft Heinz Food Service Institute bekerja sama dengan detikcom. Untuk kegiatan pertama ini, Webinar mengangkat tema Tips Bangun Franchise Kuliner dengan Inovasi Menu Baru.



Simak Video "Semangat Pemuda di Ciamis Bisnis Miniatur Pesawat Bermodal Bantuan UMKM"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)