Biar BUMN Survei Nggak Cuma Jago Kandang

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 30 Jul 2021 12:48 WIB
Surveyor Indonesia
Foto: Dok. Surveyor Indonesia
Jakarta -

Masih hangat di ingatan bagaimana Menteri BUMN baru Erick Thohir mencanangkan upaya agar perusahaan pelat merah tak hanya jago kandang. Tak hanya di dalam negeri, tapi Erick Thohir ingin BUMN juga bisa mengembangkan saya hingga ke manca negara.

Pernyataan itu tegas disampaikan saat dirinya pertama kali dilantik sebagai Menteri BUMN menggantikan Rini Soemarno pada Rabu 23 Oktober 2021 silam. Erick mengatakan, hal ini mengindikasikan keinginan Presiden untuk bisa memberikan hasil nyata dari setiap pekerjaannya serta seluruh jajaran menteri yang ada.

"Insya Allah di sini sama kita semua, seperti kita punya misi bersama apalagi sekarang kabinetnya bukan namanya kerja tapi Indonesia maju. Ini sebuah bukan hanya visi tapi sebuah hasil nyata untuk rakyat Indonesia. Pak presiden sampaikan hari ini kita tidak hanya bisa main kandang tapi juga menjadi pemain global," Kata Erick Thohir.

Tak main-main, visi tersebut juga ditanggapi serius oleh seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak terkecuali BUMN Jasa Survei (BJS) yang terdiri dari 3 perusahaan pelat merah yaki PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT SUCOFINDO (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero).

Kolaborasi

Lewat kolaborasi, tiga BUMN yang bakal tergabung dalam holding BUMN Jasa Survai ini menargetkan bisa menjadi salah satu market leader di Asia Tenggara di 2024.

"Jika saling berkolaborasi, menguatkan dan meningkatkan strategi bisnis, dan dengan komitmen yang terjaga, kami optimis BUMN Jasa Survei dapat menjadi top 5 market leader di Asia Tenggara. Hal ini pun menjadi target bersama di 2024," ujar Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia/BKI (Persero), Rudiyanto, 28 April silam.

Senada dengan Rudiyanto, Direktur Komersial 2 PT Surveyor Indonesia (Persero) Darwin Abas menyatakan bahwa kunci keberhasilan yang harus dipegang bersama dalam menyukseskan holding adalah 3K (Kolaborasi, Komunikasi, dan Koordinasi). "Dengan berkolaborasi kita dapat saling melengkapi, baik dari segi layanan jasa, kompetensi sumber daya manusia, maupun peralatan dan aset," ujar Darwin.

Dengan kompetensi dan aset yang dimiliki oleh BUMN Jasa Survei ini pun menurut Direktur Komersial 1 PT Surveyor Indonesia (Persero) Tri Widodo akan mampu mendukung program pemerintah, serta upaya meningkatkan daya saing.

Acara sosialisasi ini sebelumnya telah berlangsung di area Sumatera dan Kalimatan. Proses pembentukan Holding saat ini telah memasuki tahap Penetapan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) menjadi Peraturan Pemerintah oleh Presiden Republik Indonesia.

"Ketika PP telah ditandatangani maka strategi bisnis kita akan dijalankan bersama-sama. Untuk menyiapkan hal tersebut, kita juga telah membentuk PMO (Project Management Office). Tim ini dibentuk mengintegrasikan seluruh aspek dari 3 BUMN Jasa Survei menjadi satu, sehingga kelak mampu meningkatkan revenue serta efisiensi sistem operasional," tambah Direktur Pengembangan dan Sumber Daya PT BKI (Persero) Saifuddin Wijaya.

Selanjutnya, Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Bachder Djohan Buddin mengatakan bahwa dengan adanya holding ini mampu membawa BUMN Jasa Survei bersaing dengan perusahaan asing lainnya.

"Sinergi dan kolaborasi ini mampu menguatkan kapasitas dan kapabilitas BUMN Jasa Survei, sehingga kami optimis mampu berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan TIC global," Kata Bachder.

Surveyor IndonesiaSurveyor Indonesia Foto: Dok. Surveyor Indonesia

Adaptasi

Selain meningkatkan kolaborasi, langkah lain yang tak kalah penting agar perusahaan pelat merah bisa bersaing dengan kompetitornya di luar negeri adalah dengan giat beradaptasi dalam artian mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi sebagai uapaya memenuhi kebutuhan para pelanggan jasa survei.

Langkah adaptif tersebut setidaknya tercermin dari Pameran Virtual Internasional bertajuk "Hannover Messe 2021 - Digital Edition" dimana PT Surveyor Indonesia (Persero) menjadi salah satu BUMN yang mewakili Indonesia sebagai eksibitor dalam perhelatan itu.

Partisipasi Surveyor Indonesia dalam pameran yang berlangsung pada tanggal 12 - 16 April 2021 itu, merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung usaha pengembangan Industri 4.0 menjajaki pasar global bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Langkah itu rupanya mendapat perhatian serius dan apreasiasi dari Presiden Joko Widodo. Adaptasi pemanfaatan teknologi, dianggap sebagai upaya yang wajib ditempuh terlebih dalam suasana pandemi seperti saat ini.

"Di masa pandemi, transformasi teknologi khususnya transformasi digital menjadi sangat penting untuk diterapkan dalam perwujudan industri 4.0," ujar Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam mendukung pengembangan industri nasional.

"Pengembangan industri 4.0 dan transformasi digital akan menjadikan Indonesia salah satu dari top 10 ekonomi global di tahun 2030," tegas Jokowi.

Terpisah, Direktur Utama Surveyor Indonesia, Dian M. Noer menjelaskan Surveyor Indonesia siap membantu pemerintah mewujudkan Indonesia menjadi pemimpin ekonomi global.

"Surveyor Indonesia, sebagai BUMN jasa survei siap menjadi pelopor dalam implementasi transformasi digital, khususnya di industri Testing, Inspection and Certification (TIC)," ujar Dian.

Ia juga mengatakan, dengan diciptakannya layanan Enhanced Aerial Service berbasis drone, pihaknya berharap dapat menghadirkan layanan berbasis teknologi informasi yang lebih efektif dan ramah lingkungan. "Dan yang terpenting memiliki tingkat keakurasian yang lebih baik," imbuhnya.

(dna/dna)