Jumbo! Pengadaan Lahan Tol Cisumdawu Tembus Rp 2,14 T

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 30 Jul 2021 16:14 WIB
Pekerja mengoperasikan alat berat pada proyek tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (3/5/2021). Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan Tol Cisumdawu akan memberikan dampak penting dalam mempercepat perekonomian di Jawa Barat. Berdasarkan kajian studi kelayakan, economic internal rate of return (EIRR) Tol Cisumdawu mendapai 21,29 persen. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.
Tol Cisumdawu/Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Nilai pengadaan lahan untuk Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) menjadi yang tertinggi sepanjang tahun 2021. Pembebasan yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk tol tersebut menyentuh angka Rp 2,14 triliun.

"Ada 5 proyek tol dan 5 proyek non tol dengan biaya terbesar. Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau yang biasa kita sebut Cisumdawu itu yang tertinggi," kata Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan LMAN, Qoswara dalam bincang bareng DJKN secara virtual, Jumat (30/7/2021).

Selain Cisumdawu, tol pengadaan lahan dengan pendanaan tertinggi yakni Tol Trans Sumatera Rp 1,93 triliun, Tol Yogyakarta-Solo -NYIA Kulonprogo Rp 1,24 triliun; Tol Cinere-Jagorawi Rp 742 miliar; dan Tol Becakayu Rp 652 miliar.

Sedangkan 5 proyek non tol dengan pendanaan tertinggi adalah Bendungan Bener Rp 515,54 miliar, Bendungan Karian Rp 326,9 miliar, Kereta Api Makassar - Parepare Rp 324 miliar, Bendungan Kuningan Rp 183 miliar, dan Bendungan Leuwikeris Rp 164,33 miliar.

Qoswara menjelaskan sepanjang 2021 ini, LMAN sudah mendanai pengadaan lahan sebesar Rp 13,4 triliun untuk proyek strategis nasional (PSN) dan Rp 80,17 triliun secara keseluruhan sejak 2016 untuk membiayai 163.136 bidang lahan. Dana itu untuk 97 PSN yang terdiri dari sektor jalan tol, sumber daya air, kereta api, pelabuhan, dan KSPN.

Tercatat sejak tahun 2016, pembebasan lahan untuk jalan tol mencapai Rp 70,87 triliun atau 86,3% dari alokasi Rp 82,11 triliun, pendanaan bendungan Rp 6,07 triliun atau 73,4% dari alokasi Rp 8,27 triliun, diikuti proyek kereta api Rp 2,14 triliun atau 46% dari alokasi anggaran Rp 4,65 triliun.

"Ruas jalan tol yang telah beroperasi dari pendanaan LMAN mencapai 1.415 kilometer pada 31 ruas proyek. Kemudian ada Pelabuhan Patimban yang soft launching 20 Desember 2020, Bendungan Tapin yang diresmikan Februari 2021, dan Bendungan Napun Gete NTT yang diresmikan 23 Februari 2021," pungkas Qoswara.

(aid/ara)