Percepat Herd Immunity, Sektor Swasta Genjot Vaksinasi

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 31 Jul 2021 11:05 WIB
Vaksinasi massal terus digalakan untuk mencapai herd Immunity. Salah satunya dilakukan di sentra vaksinasi COVID-19 Perbarindo.
Foto: dok. Perbarindo
Jakarta -

Pemerintah menargetkan percepatan vaksinasi untuk mencapai terjadinya herd immunity. Dengan herd immunity ini diharapkan bisa menanggulangi krisis di sektor kesehatan dan menggerakan pemulihan di sektor perekonomian.

Ketua Umum Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Kany V Soemantoro mengungkapkan APLI menggandeng Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (Gerak BS) menggelar vaksinasi tahap pertama untuk pelajar dan masyarakat umum.

Kany mengungkapkan kolaborasi ini diharapkan bisa mempercepat target yang dicanangkan pemerintah agar kegiatan ekonomi bisa kembali normal.

"Alhamdulillah semua lancar, banyak bantuan dan dukungan dari semua pihak, bukan hanya dari sponsor saja. Salah satunya dari Gerak BS yang luar biasa sekali. Kita berkolaburasi mulai dari perencanaan sampai eksekusi," kata Kany dalam keterangannya, Sabtu (31/7/2021).

Dia mengungkapkan masyarakat juga harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dari sisi industri, menurut Kany APLI memiliki Visi mensejahterakan masyarakat, kegiatan vakisnasi ini sangat berhubungan, karena jika masyarakat sehat, bisnis juga semakin sehat. "Jadi kita sama-sama bertanggung jawab dengan situasi saat ini, kita ingin situasi kembali kondusif sehingga, kegiatan ekonomi dan kegiatan bermasyarakat kembali normal," imbuhnya.

Dalam sambutanya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi dokter dan tenaga medis yang mendedikasi waktu dan keahlianya untuk memberikan vaksinasi kepada masyarakat.

"Vaksinasi yang dilakukan ini mencapai 10.000 peserta. Memang angka yang masih kecil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia. Vaksinasi di Indonesia baru dilakukan hampir 30%, jadi masih jauh dari harapan kita untuk mencapai tingkat herd immunity yang 70 sampai 80%. Itu artinya kita harus terus berjuang keras, membantu pemerintah mengambil inisiatif masing-masing untuk memperluas usaha dan upaya kita dalam memberikan vaksinasi kepada masyarakat," ujar Bamsoet.

Sekretaris Jendral APLI Ina Rachman, mengungkapkan APLI dan Gerak BS akan terus berkolaborasi untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Setelah sukses vaksinasi tahap pertama ini, APLI sedang mempersiapkan vaksinasi tahap kedua. "Insha Allah kami akan memberikan layanan vaksinasi tahap kedua," ujar Ina.

Lancarnya pelaksanaan vaksinasi tahap pertama ini berkat andil renaga medis dari Rumah Sakit Islam Jakarta yang terdiri dari 8 dokter dan puluhan tenaga medis. Panitia juga menyediakan ruang Mini ICU dengan peralatan lengkap. Fasiltas itu digunakan untuk memberikan pertolongan kepada peserta jika ada keluhan sebelum dan setelah vaksinasi.

APLI beranggotakan perusahaan perusahaan Direct Selling ( MLM ) di Indonesia serta sebagai satu satunya Asosiasi Penjualan Langsung yang diakui oleh WFDSA ( World Federation Direct Selling Association ) yang berkantor pusat di Washington DC Amerika Serikat selalu berusaha melakukan yang terbaik utk Indonesia.

Hal ini terbukti di awal pandemi berlangsung industri direct selling mampu memberikan sumbangsih ke negara sebesar Rp 16,3 triliun dan tanpa adanya PHK besar besaran terhadap karyawannya. Bahkan sesuai arahan Penasehat. APLI bapak Bambang Soesatyo kepada APLI untuk menyalurkan dana Corporate Social Responsibility ( CSR ) kepada masyarakat yang terpapar COVID-19 dan yang terkena dampak pandemi.



Simak Video "Vaksinasi Covid-19 Disabilitas Terkendala Dukungan Keluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)