PPKM Diperpanjang (Lagi), Ekonomi Bisa Makin Berdarah-darah

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 10:35 WIB
Arus lalu lintas terpantau ramai lancar di sejumlah pos penyekatan di beberapa titik pada masa Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Jakarta, yang akan berakhir Senin (02/08/2021).
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 resmi diperpanjang lagi hingga 9 Agustus 2021. Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. (Jokowi).

"Pemerintah memutuskan melanjutkan PPKM level 4 dari 3 sampai 9 Agustus 2021 di beberapa kabupaten kota tertentu dengan penyesuaian pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat sesuai kondisi masing-masing daerah," kata Jokowi secara virtual, Senin (2/8/2021).

PPKM Level 4 ditetapkan untuk membatasi mobilitas masyarakat agar kasus COVID-19 turun. Di sisi lain, kegiatan ekonomi pun terus tergerus seiring dengan pembatasan tersebut.

Directur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhustira mengatakan, jika PPKM tak berjalan optimal maka konsumsi rumah tangga dipastikan turun drastis.

"Ekonomi stuck karena PPKM terlalu lama, dengan kasus harian yang masih tinggi. Lokomotif ekonomi utama yakni konsumsi rumah tangga dipastikan akan berdarah-darah sampai akhir Agustus. Kepercayaan konsumen turun drastis," kata Bhima kepada detikcom, Selasa (3/7/2021).

Selain itu, imbas dari pembatasan mobilitas membuat masyarakat menengah ke bawah kesulitan untuk bekerja. Bersamaan dengan itu, tingkat konsumsi masyarakat diprediksi akan semakin lemah. Sedangkan masyarakat menengah ke atas juga akan semakin menahan belanja dan memilih untuk menabung.

"Mobilitas terhambat dampaknya konsumsi masyarakat makin lemah karena masyarakat kesulitan bekerja di saat pembatasan sosial masih ketat, kemudian kelas menengah ke atas tahan belanja dan lebih banyak menabung mempersiapkan worst scenario," ujarnya.

Kinerja industri manufaktur turun. Cek halaman berikutnya.

Tonton juga Video: Uu Ajak Warganya Pahami Alasan PPKM Diperpanjang: Mudarat Covid Dahsyat

[Gambas:Video 20detik]



Bhima mengatakan, pihaknya melihat kinerja industri manufaktur mengalami penurunan pada Juli. Terlihat dari PMI yang jatuh ke level 40,1 dari sebelumnya di 53.

"Kalau PMI industri sudah di bawah 50 artinya mengurangi kapasitas produksinya. Imbas lainnya, perusahaan yang mengajukan penundaan pembayaran utang bertambah, bahkan tidak sedikit yang pailit karena cashflow-nya menipis," katanya.

Dia menyarankan agar perpanjangan PPKM ini benar-benar dapat menurunkan angka kasus harian nasional. Selain itu, bantuan sosial pun diusulkan agar ditambah agar semakin sedikit masyarakat yang terdampak.

Serupa, Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengatakan, PPKM Level 4 jika berjalan ketat maka otomatis akan memperlambat konsumsi dan ekonomi. Menurutnya, pendapatan masyarakat jelas menurun dan masyarakat akan bergantung pada peran pemerintah.

"Kalau PPKM berjalan betul maka otomatis akan memperlambat konsumsi, memperlambat ekonomi. Pendapatan perusahaan dan masyarakat akan turun," kata Anthony.

"Karena itu, pemerintah harus memberi bantuan biaya hidup untuk masyarakat yang berpenghasilan harian yang terkena dampak negatif PPKM. Bantuan ini akan menunjang konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar tidak turun terlalu tajam," sambungnya.

(ara/ara)