Waduh! Sri Mulyani Prediksi Anggaran Kesehatan Bengkak Lampaui Rp 300 T

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 04 Agu 2021 10:35 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi anggota dewan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2022, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/05/2021).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan anggaran kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan COVID-19 tahun ini naik di atas Rp 300 triliun. Jumlah itu bengkak dari yang dianggarkan Rp 214,9 triliun.

"Untuk kesehatan kita naik dari Rp 176 triliun dalam penanganan COVID jadi Rp 214,9 triliun. Total anggaran kesehatan tahun ini diproyeksikan bahkan bisa mencapai di atas Rp 300 triliun, sebuah angka yang luar biasa besar," katanya dalam Webinar Publik 'CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045', Rabu (4/8/2021).

Sri Mulyani menjelaskan secara keseluruhan anggaran PEN dan penanganan COVID-19 tahun ini sudah naik menjadi Rp 744,75 triliun dari angka sebelumnya Rp 699,43 triliun. Hal itu dikarenakan adanya varian Delta yang penularannya lebih cepat.

"APBN kita bekerja luar biasa keras dalam menghadapi COVID. Di 2021 ini kita bahkan meningkatkan alokasi jumlah anggaran PEN kita dari Rp 699 triliun menjadi Rp 744,7 triliun, sebagian sangat besar untuk alokasi kesehatan," imbuhnya.

Selain anggaran kesehatan, untuk perlindungan sosial juga naik menjadi Rp 187,84 triliun dari sebelumnya Rp 153,83 triliun. Hal itu dikarenakan berbagai bantuan sosial diperpanjang dan ditambah penerimanya seperti Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST), beras Bulog, diskon listrik, Bantuan Subsidi Upah (BSU), sampai bantuan kuota internet.

"Untuk para pelajar kita kembali memberikan kuota internet sampai akhir tahun. Demikian juga untuk diskon listrik karena masyarakat mengalami tekanan yang luar biasa pada saat pemerintah harus melakukan langkah-langkah untuk mengendalikan COVID demi mengurangi mobilitas," jelasnya.

"Jadi APBN kita resource-nya sangat masif dan signifikan untuk membantu masyarakat dalam musibah yang luar biasa," tambahnya.

(aid/ara)