Shopee Buka 'Markas' UMKM Ekspor di Jabar, Bidik 100 Ribu Eksportir

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 14:19 WIB
Kampus Ekspor Shopee di Bandung
Foto: Screenshoot detikcom
Jakarta -

Shopee Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan Kampus UMKM Shopee Ekspor Bandung di Bandung, Jawa Barat. Shopee juga membidik 100 ribu eksportir UMKM Jawa Barat lahir dari tempat ini.

Kampus UMKM Shopee Ekspor memiliki beberapa fasilitas di antaranya pusat edukasi, simulasi sistem gudang, pusat ekspor, studio foto dan live streaming, dan ruangan training. Adapun peluncuran Kampus UMKM Shopee Ekspor ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto mengungkapkan fasilitas ini merupakan kelanjutan dari program digitalisasi UMKM yang telah direalisasikan pada bulan sebelumnya, yaitu dengan menyebarkan 5.000 PC ke desa-desa.

"Kita punya Kampus UMKM Ekspor ini tujuannya apa? Untuk menjadi markas utama teman-teman yang di desa itu. Kita jadikan ini markas utama di Bandung, kita akan bantu lebih dalam lagi ke ekspor. Dengan fasilitas ini diharapkan dapat membantu UMKM go digital, tapi juga go global," ujarnya dalam peluncuran secara virtual yang ditayangkan Shopee Indonesia, Kamis (5/8/2021).

Lebih lanjut Christin menyebut Shopee menargetkan hingga tahun depan bisa lahir 100 ribu eksportir baru dari UMKM yang ada di Jawa Barat. Selain itu, Shopee saat ini tengah mempersiapkan program kurikulum vokasi untuk siswa SMK di Jawa Barat.

"Kita planning sedang menyusun program kurikulum vokasi Shopee bersama SMK yang ada di Jawa Barat, ada 200 SMK di Jabar. Akan ada kurikulum menjelaskan bisnis digital itu seperti apa, kita menuju 200 SMK, 400 guru-guru yang ada nanti bisa menyebarkan ke 2.000 siswa yang ada di pelosok SMK yang ada di Jawa Barat," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik peluncuran Kampus UMKM Ekspor Shopee ini. Menurutnya, Jawa Barat merupakan provinsi yang paling siap untuk go digital.

"Dan kami tidak hanya mengurusi (UMKM) yang kota-kota saja, tapi juga di desa-desa. Oleh karena itu kami apresiasi pusat digital desa, sudut kecil di mana orang-orang desa bisa terkoneksi dengan bisnis digital berkat hibah 5.000 komputer dan laptop yang luar biasa, sehingga ada transformasi orang jualan di desa bisa kirim ke seluruh Nusantara, bahkan global," ujarnya.

Menurut Kang Emil, sapaannya, selama ini banyak UMKM yang menganggap ekspor itu harus melulu industri besar dengan produk banyak dalam kontainer. Ia pun mengajak UMKM di Jawa Barat untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan Kampus UMKM Shopee Ekspor.

"Tadi kita dengar ada cerita UMKM jualan fesyen yang affordable, ekspor ke Filipina karena difasilitasi. Untuk UMKM, silakan datang, mau buka akun, cara bikin mau fotogenik, interaksi secara virtual streaming, ada customer," ujarnya.

(ncm/ega)