Akhirnya Indonesia Keluar dari Resesi, tapi Harus Tetap Waspada!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 05:30 WIB
Pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021 masih memiliki tantangan besar. COVID-19 masih menjadi faktor ketidakpastian alias hantu pemulihan ekonomi.
Foto: Rengga Sancaya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan tingginya pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2021 karena mobilitas masyarakat.

Pada kuartal III saat ini dengan adanya varian delta di mana kasus aktif meningkat, pemerintah harus menurunkan mobilitas. Mobilitas dan kegiatan ekonomi baru bisa dilakukan saat kasus kesehatan berhasil ditekan rendah.

Airlangga melihat, pertumbuhan kuartal III sangat tergantung seberapa cepat kasus varian delta bisa ditekan. Saat ini meski dari sisi bed occupancy ratio (BOR) sudah mulai turun namun kasus aktif masih sangat fluktuatif.

Ekonom Ryan Kiryanto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi ini terjadi pada semua lapangan usaha. Paling signifikan terjadi di transportasi dan pergudangan 25,1% dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 21,58%.

"Sementara itu, industri pengolahan yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan sebesar 6,58%," jelas dia.


(kil/ara)