ADVERTISEMENT

Bendungan Sidan di Bali Sudah 76%, Target Rampung 2023

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 11:40 WIB
Bendungan Sidan
Foto: Bendungan Sidan (Istimewa/Kementerian PUPR)
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Bendungan Sidan di Kabupaten Badung, Bangli dan Gianyar, untuk mendukung ketersediaan air baku di Provinsi Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Bendungan ini menjadi salah satu dari 65 bendungan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan rampung pada 2023.

"Dengan kapasitas 3,82 juta meter kubik, Bendungan Sidan akan menjadi sumber air baku bagi kebutuhan domestik dan pariwisata. Inipun masih kurang untuk memenuhi kebutuhan air baku Bali ke depan, sehingga direncanakan untuk membangun beberapa bendungan lagi, termasuk BendunganTamblang di Kabupaten Buleleng yang saat ini juga sedang dikerjakan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/8/2021).

Lebih lanjut, Bali dinilai sebagai destinasi wisata utama di Indonesia yang mengalami laju pertumbuhan wisatawan dan penduduk yang besar setiap tahunnya. Maka secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan kebutuhan air baku.

"Untuk itu pembuatan tambahan tampungan air seperti bendungan bisa menjadi salah satu solusi permasalahan tersebut," ujarnya.

Pembangunan Bendungan Sidan dikerjakan oleh Konsorsium PT. Brantas Abipraya (Persero)-PT. Universal Suryaprima dengan kontrak senilai Rp 809 miliar. Bendungan ini mulai dibangun Oktober 2018 tersebut, saat ini progres konstruksinya telah mencapai 76,7 %.

Kepala Balai Wilayah Sungai Bali, Penida Maryadi Utama mengatakan, Pembangunan Bendungan Sidan yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Bali Penida tersebut akan memberikan manfaat bagi konservasi air, pariwisata.

"Yang paling utama untuk penyediaan air baku sebesar 1,75 m3/detik untuk Kawasan Metropolitan Sarbagita, terutama Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan," kata Penida.

Bendungan ini dibangun di atas lahan seluas 82,73 hektar. Selain sebagai bendungan, kawasan tersebut juga memiliki potensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) berkapasitas 0,65 MW.

Sekedar diketahui, Bendungan Sidan adalah bendungan tipe Zonal dengan Inti Tegak memiliki Panjang puncak 185 meter serta lebar puncak 8,5 meter yang sumber airnya berasal dari Sungai Ayung. Berkapasitas tampung 3,82 juta meter kubik, dilengkapi terowongan pengelak sepanjang 453 meter dengan diameter 5 meter yang berfungsi untuk pengendali banjir dari debit masuk sebesar 405,09 m/detik menjadi 138,20 m/detik debit keluar.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT