COVID-19 Bikin Ekonomi 'Luka Dalam', KSSK Pelototi Dampak ke Sektor Usaha

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 12:46 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi COVID-19 menyebabkan dampak yang luar biasa bagi dunia usaha. Hal itu membuat perekonomian dunia mengalami 'luka' yang sangat dalam.

"COVID-19 telah menyebabkan scarring effect atau luka dalam di dalam perekonomian. Sekarang kita perlu lihat seberapa dalam luka di perekonomian dan bagaimana mencegah agar efek tidak terlalu dalam dan meluas," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Jumat (6/8/2021).

Untuk itu, Sri Mulyani menyebut KSSK akan melakukan pemantauan secara detail dampak pandemi khususnya terhadap korporasi.

"Kami akan terus melakukan pantauan secara detail perkembangan korporasi, terutama di berbagai level dan sektor usaha yang akan menjadi salah satu fokus dari monitoring KSSK karena ini salah satu hal penting dalam mendorong pemulihan ekonomi yaitu apakah sektor korporasi akan kembali pulih dan mereka mampu untuk bangkit kembali," kata Sri Mulyani.

Keberlangsungan korporasi, kata Sri Mulyani, akan sangat mempengaruhi stabilitas sektor keuangan. Pasalnya hidup mati dunia usaha akan menentukan arah sektor keuangan.

"Berdasarkan pemantauan dan identifikasi tersebut, akan dilakukan koordinasi dan sinergi anggota KSSK di dalam upaya antisipasi dan memitigasi untuk mencegah dampak yang mungkin timbul," ujarnya.

Selain itu, kata Sri Mulyani, masyarakat juga memiliki peranan yang luar biasa penting dalam membantu pemerintah menanggulangi dampak berkepanjangan pandemi COVID-19.

"Dengan menerapkan dan disiplin di dalam menjaga 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas," imbuhnya.

(aid/dna)