Runut Kisruh Sumbangan Heroik Rp 2 T Akidi Tio yang Ternyata Prank

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 07 Agu 2021 14:45 WIB
Putri Akidi Tio, Heryanty (batik putih biru), bersama suaminya, Rudi Sutadi (baju ungu) saat diperiksa di Polda Sumsel terkait donasi Rp 2 triliun (Foto Antara)
Foto: Putri Akidi Tio, Heryanty (batik putih biru), bersama suaminya, Rudi Sutadi (baju ungu) saat diperiksa di Polda Sumsel terkait donasi Rp 2 triliun (Foto Antara)

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan juga ikut penasaran dengan Akidi Tio, dia menelusuri informasi terkait orang kaya itu. Dia sampai menghubungi dokter pribadi keluarga Akidi namun belum mendapat respon terkait proses transfer uang tersebut.

Bahkan Dahlan sempat menilai jika rumah Heryanti yang merupakan anak Akidi tidak mencerminkan rumah orang kaya.

Selain Dahlan, Ketua MPR Bambang Soesatyo juga sempat mengunggah sosok Akidi Tio di akun Instagramnya. Bamsoet menyebutkan jika Akidi memiliki perusahaan Sawit di Muara Enim.

Bamsoet juga menyebut jika Akidi sering menyumbangkan hartanya dalam jumlah besar di Sumatera Selatan dan beberapa wilayah Indonesia.

Pada Senin, 2 Agustus 2021, anak Akidi Tio Heryanti ditetapkan sebagai tersangka terkait polemik komitmen sumbangan COVID-19 yang ditujukan ke Kapolda Sumatra Selatan. Dirintel Polda Sumsel, Kombes Ratno Kuncoro mengatakan sudah ada bukti mencukupi untuk menetapkan tersangka. Dia belum menjelaskan detail perkara ini.

"Alat bukti sudah mencukupi," ucapnya.

Selain itu, polisi juga memeriksa dokter keluarga Akidi Tio, Hardi Dermawan. Dia mengaku tak tahu menahu soal bantuan itu.

"Saya tidak tahu. Dia mengatakan sudah ada, dia mengatakan uang itu ada. Saya belum lihat," kata Hardi saat tiba di Polda Sumsel.

"Ya kalau tidak ada saya minta maaf," sambungnya.

Tak lama berselang Humas Polda Sumsel membantah Heriyanti sudah jadi tersangka. Heriyanti masih diperiksa di Polda Sumsel.

"Statusnya saat ini masih proses pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi di Mapolda Sumsel, Senin (2/8).

Nah hari ini semuanya terang benderang. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko indra Heri mengaku salah atas hibah palsu yang bikin heboh satu negara itu. Polisi mengusut motif Heryanty yang berjanji memberi bantuan Rp 2 triliun untuk penanganan COVID-19 di Sumsel.

"Dengan adanya saldo tak mencukupi, tentunya penyidik melakukan penyelidikan terhadap peristiwa ini. Dan kemudian penyidik akan mencari apa motifnya dan apa maksudnya kepada 'yang punya iktikad baik' untuk menyumbang penanganan COVID-19 di Sumatera Selatan ini," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).


(eds/eds)