Ekonomi China Pun Digoyang Varian Delta

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 08 Agu 2021 09:01 WIB
Wuhan kini kembali diserang virus Corona melalui varian delta. Pemerintah terkait pun gerak cepat dengan menggelar tes PCR massal.
Foto: Getty Images
Jakarta -

Ekonomi China terganggu COVID-19 varian delta. Hal ini tercermin dari melambatnya pertumbuhan ekspor pada semester I 2021.

Dilansir Reuters, perlambatan ekspor ini terjadi akibat banyaknya sektor industri yang ditutup akibat kebijakan pembatasan dari pemerintah.

Sebelumnya China mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Karena berhasil mengatasi pandem COVID-19 lebih awal dibandingkan negara lain.

Progres vaksinasi dan penanganan pandemi ini turut memberikan dampak positif bagi perekonomian China. Namun datangnya varian delta ini membuat penularan infeksi baru semakin cepat di banyak kota di China.

Pemerintah berupaya melakukan pembatasan wilayah demi menekan penyebaran di masyarakat. Selain itu pemerintah juga gencar melakukan tes massal dan memilih untuk menghentikan operasional bisnis.

Selain virus, banjir musiman dan cuaca buruk juga turut mempengaruhi produksi industri di beberapa wilayah di China bagian tengah.

Pada Juli ekspor China tercatat mengalami kenaikan 19,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala ekonom Pinpoint Asset Management Zhiwei Zhang mengungkapkan pandemi ini juga turut mempengaruhi iklim bisnis di negara berkembang Asia lainnya.

Bahkan menimbulkan relokasi perdagangan ke China. "Tapi indikator utama menunjukkan ekspor mungkin akan lebih lambat pada beberapa bulan mendatang," imbuh dia.

Selain itu para eksportir di China juga mengalami kekurangan pasokan semikonduktor global, terhambatnya logistik sampai biaya bahan baku dan pengiriman yang lebih tinggi.

Manajer Pemasaran di Suzhou mengungkapkan meskipun permintaan pulih namun masih dibayangi ketidakpastian. Apalagi biaya bahan baku dan kapasitas produksi yang tercatat mengalami peningkatan.

(kil/zlf)