Pengangguran AS Turun, Serapan Tenaga Kerja Tembus 943.000 Orang

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 09 Agu 2021 10:10 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Foto: AP/Alex Brandon
Jakarta -

Tingkat tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan pemulihan. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat tingkat pengangguran AS menurun 5,4% karena adanya penambahan tenaga kerja sebanyak 943.000 orang.

Dikutip dari CNN, Senin (9/8/2021) penurunan angka pengangguran itu menjadi yang terbesar sejak Agustus 2020. Di mana saat itu lebih dari 1 juta orang kembali bekerja.

Sejak Mei 2020, 16,7 juta orang telah kembali bekerja. Namun angka itu masih kurang 5,7 juta jika dibandingkan sebelum pandemi COVID-19. Turunnya angka tenaga kerja AS dipengaruhi oleh dampak pandemi yang mempengaruhi banyak sektor industri.

Salah satunya industri perhotelan dan rekreasi. Akibat pembatasan yang dilakukan pemerintah banyak pekerja yang terpaksa dirumahkan sementara. Namun, seiring berjalannya waktu beberapa pekerja sudah kembali bekerja.

Seperti 253.000 pekerjaan ditambahkan di restoran dan bar bulan lalu. Hingga akhirnya tingkat pengangguran turun ke level terendah sejak awal pandemi.

Meski ada penurunan angka pengangguran AS, sejumlah data disebut masih di bawah angka pada Februari tahun lalu. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja naik tipis menjadi 61,7%, sedangkan rasio pekerjaan meningkat menjadi 58,4%.

"Tingkat partisipasi yang stagnan menegaskan bahwa ada jutaan pekerja potensial yang masih berada di luar angkatan kerja, saat ini tidak mencari pekerjaan dan oleh karena itu tidak termasuk di antara pengangguran," kata Ekonom global di The Economist Intelligence Unit, Cailin Birch.

Dia mengingatkan, ada rintangan baru di jalur pemulihan tenaga kerja, yakni Varian Delta COVID-19 telah memaksa pemerintah melakukan pembatasan lagi. Vaksinasi dan penggunaan masker pun diimbau lebih ketat lagi dilakukan.

(ara/ara)