Kaya Varietas, Produksi Buah Lokal Per Agustus 2021 Capai 7,9 Juta Ton

Erika Dyah - detikFinance
Senin, 09 Agu 2021 21:16 WIB
Syahrul Yasin Limpo
Foto: Kementan
Jakarta -

Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas baik sayuran, buah-buahan, serta pangan nabati lainnya. Tercatat pada 2020, produksi buah nasional berdasarkan SIMSPH BPS sebesar 24,8 juta ton, sementara tahun ini hingga 1 Agustus 2021 jumlahnya telah mencapai 7,9 juta ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan besaran angka tersebut menunjukkan pasokan buah yang melimpah ruah. Sehingga tak heran harga buah lokal relatif mudah terjangkau dan mudah diperoleh.

Syahrul pun menjelaskan di tahun 2020, ekspor hortikultura mencapai sebesar US$ 645,48 juta atau meningkat sebesar 37,75% dibanding tahun 2019. Peningkatan ekspor ini didominasi oleh komoditas buah-buahan.

Ia mengatakan selama masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020, nilai realisasi ekspor buah-buahan tercatat sebesar US$ 389,9 juta atau meningkat 30,31% dibanding tahun 2019. Adapun lima negara tujuan utama ekspor ini antara lain China, Hong Kong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.

Ia pun menyebutkan produksi buah-buahan di Indonesia kaya akan varietas, misalnya pada buah mangga, di Indonesia terdapat 24 varietas mangga dari 35 varietas mangga dunia. Sementara dari 76 varietas pisang dunia, sebanyak 37 varietas pisang juga dimiliki oleh negeri ini. Hal ini belum termasuk deretan buah dan sayur lainnya.

Syahrul mengatakan buah tropis khas Indonesia dengan jenis dan kualitas yang cukup bagus dan beraneka ragam ini tidak hanya diminati secara nasional, tetapi juga diminati dunia. Oleh karena itu, ia pun menilai ruang untuk mendorong buah lokal yang lebih baik akan menjadi salah satu upaya yang sangat penting salah satunya melalui Gelar Buah Nusantara (GBN).

"Dan ini harus didahului dengan kita bersama mendorong agar kita mengonsumsi buah. Buah itu baik untuk tubuh, kaya nutrisi, memperkuat imun, dan buah Nusantara dari Sabang sampai Merauke harus bisa kita sama-sama populerkan hingga mendunia. Buah Nusantara kita bermanfaat bagi tubuh dan bagi perekonomian kita," kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Senin (9/8/2021).

Diketahui, pemerintah baru saja menyelenggarakan Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-6 tahun 2021. Kegiatan yang diinisiasi oleh Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan masyarakat untuk mengkonsumsi buah Nusantara.

Airlangga menyampaikan hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian penting yang memiliki potensi untuk didorong. Khususnya, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, ekonomi nasional dan bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor.

Adapun penyelenggaraan Gelar Buah Nasional ini turut mendapatkan dukungan dari Presiden Joko Widodo. Dalam video virtual di GBN ke-6 tahun 2021 ini Presiden Jokowi mendorong masyarakat Indonesia untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur lokal.

Menurutnya, konsumsi buah dan sayuran lokal tak hanya berguna untuk menambah asupan gizi agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit di masa pandemi. Akan tetapi, peningkatan konsumsi buahd dan sayur juga menjadi upaya untuk ikut membantu petani untuk semangat, produktif, dan semakin sejahtera.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih banyak mengonsumsi buah-buahan dan mencintai aneka buah nusantara yang melimpah dengan kandungan gizi yang tidak kalah dibandingkan buah impor," ucap Presiden Jokowi.

Meski produksi buah lokal sangat melimpah, Jokowi menerangkan bahwa tingkat konsumsi buah di Tanah Air masih cukup rendah. Diketahui, rata-rata konsumsi masyarakat Indonesia untuk buah-buahan pada tahun 2020 sebesar 88,56 gram/kapita/hari. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 1,4% dibanding 2019.

Menurutnya, angka konsumsi tersebut hanya sebesar 59,04% dari batas minimal angka kecukupan gizi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan konsumsi buah sebesar 150 gram/kapita/hari.

"Dengan menggunakan cara-cara kekinian dengan memanfaatkan teknologi, edukasi untuk mengonsumsi buah buahan Nusantara harus dilakukan secara berkelanjutan dan termasuk dalam muatan sistem pendidikan di sekolah-sekolah serta edukasi keluarga agar dapat menjangkau anak-anak dan generasi muda bisa mencintai buah," pungkasnya.

(ncm/ega)