Lowongan Kerja di AS Tembus Rekor 10 Juta, Ekonomi Moncer Lagi?

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 10 Agu 2021 09:14 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Foto: AP/Alex Brandon
Jakarta -

Pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan pemulihan. Lowongan kerja hingga akhir bulan ini meningkat 590.000 dan totalnya menjadi 10,2 juta.

Dikutip dari BBC, Selasa (10/8/2021), menurut Departemen Tenaga Kerja AS angka itu naik dari rekor sebelumnya 9,5 juta pada bulan Mei. Kenaikan lowongan kerja ini didorong oleh perusahaan-perusahaan di sektor rekreasi hingga perhotelan yang membuka lowongan kerja saat ekonomi AS dibuka kembali.

Meskipun pembatasan dilonggarkan, pekerja belum kembali ke bekerja dalam jumlah yang diharapkan. Hal itu disebabkan karena sebagian orang masih memiliki masalah soal biaya perawatan anak, kemudian masih memiliki tunjangan pengangguran yang besar, pensiun dini karena pandemi hingga beralih pekerjaan.

Ekonom percaya perekrutan akan meningkat lebih lanjut karena sekolah dibuka kembali pada bulan September dan lebih banyak negara bagian menghapus tunjangan penganggurannya.

Para ekonom juga semakin yakin bahwa tingkat pengangguran AS akan mencapai tingkat pra-pandemi tahun depan, dengan Goldman Sachs memproyeksikan di level 3,5% pada akhir 2022.

Pada bulan Juli tercatat 943.000 orang sudah kembali bekerja, dengan begitu tingkat pengangguran juga turun 0,5 poin persentase menjadi 5,4%.

Tetapi ada yang menjadi ancaman bagi pemulihan lapangan kerja yakni munculnya varian Delta COVID-19 di AS. Varian itu telah menyebabkan lonjakan kasus dan diprediksi akan ada pembatasan baru ke depannya.

Contohnya seperti New York City telah mengatakan semua pelanggan dan staf restoran, pusat kebugaran, dan bisnis dalam ruangan lainnya harus divaksinasi COVID-19. Pembatasan lainnya seperti, pameran mobil yang dijadwalkan berlangsung dari 20 hingga 29 Agustus dibatalkan karena kekhawatiran tentang meningkatnya tingkat infeksi.

Lihat juga Video: Di Hadapan Menlu Retno, Menlu AS Akui Indonesia Mitra Demokrasi Kuat

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)