Louis Vuitton, Merek Milik Orang Terkaya Jadi Bahan Baju Dinas DPRD Tangerang

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 10 Agu 2021 16:19 WIB
PARIS - JUNE 09:  The Louis Vuitton department store on the Champs-Elysees on June 9, 2008 in Paris, France.  (Photo by Mike Hewitt/Getty Images)
Louis Vuitton/Foto: Mike Hewitt/Getty Images
Jakarta -

Miliarder asal Prancis Bernard Arnault dan keluarganya kini menduduki posisi pertama sebagai orang terkaya di dunia. Arnault merupakan Chairman dan CEO Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH).

Berdasarkan Forbes Real-Time Billionaires List per Senin (9/8/2021), total kekayaan Arnault keluarganya bertambah US$ 422 juta atau naik 0,21% menjadi US$ 197,9 miliar atau setara Rp 2,83 kuadriliun (kurs Rp 14.300).

Posisi pertama itu sebelumnya diduduki oleh bos Amazon, Jeff Bezos. Kini kekayaan Jeff Bezos sebesar US$ 193,3 miliar atau setara Rp 2,76 kuadriliun yang turun menjadi peringkat kedua.

Kenaikan harta Arnault tidak lepas dari peningkatan saham perusahaannya belakangan ini. Melonjaknya saham itu didorong oleh kinerja keuangan perusahaan yang semakin meningkat karena penjualan merek fesyennya yang meroket.

Penjualan lini fesyen dan tas tangan oleh Dior, Fendi, dan Louis Vuitton memperkuat pendapatan LVMH pada kuartal II-2021. Pada semester I-2021 LVMH mengantongi laba bersih 5,29 miliar euro atau setara Rp 89 triliun. Angka itu naik sangat drastis dibandingkan periode yang sama di 2020 yang hanya sebesar 522 juta euro.

PARIS - MARCH 05:  Charlize Theron and Bernard Arnault attend the Christian Dior Ready to Wear show as part of the Paris Womenswear Fashion Week Fall/Winter 2011 at Espace Ephemere Tuileries on March 5, 2010 in Paris, France.  (Photo by Francois Durand/Getty Images)Bernard Arnault Foto: Getty Images

Semenjak pembatasan sosial masa pandemi COVID-19 mulai menurun di seluruh dunia, penjualan barang-barang mewah merek Dior, Fendi, dan Louis Vuitton meningkat drastis. Bahkan, fesyen dari Louis Vuitton juga disebut digunakan pada pengadaan baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang.

Kabar itupun dikonfirmasi langsung oleh Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) Hadi Sudibjo. Bahan dari merek Louis Vuitton digunakan untuk pakaian dinas harian, Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi, Theodore untuk pakaian sipil harian, dan Thomas Crown untuk pakaian sipil lengkap.

Berita itu pun menyita perhatian publik, mengingat merek-merek yang digunakan itu merupakan merek ternama dan mewah di dunia. Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo pun angkat suara terkait ramainya pengadaan baju dinas bermerek tersebut.

Dia menyebut pihak DPRD Kota Tangerang sebetulnya tidak pernah menunjuk atau menyebut merek saat pengadaan baju dinas tersebut.

"Jadi langsung saya jawab, pertama kita tidak pernah unjuk merek, kita tidak pernah nyebut merek, proses merek itu lahir saya nggak tahu pasti, tapi analisis saya itu bisa saja saat proses lelang," kata Gatot saat dihubungi, Selasa (10/8/2021).

Sebagai informasi dilansir dari situs https://lpse.tangerangkota.go.id/, anggaran pengadaan bahan pakaian dinas DPRD Kota Tangerang mencapai Rp 675 juta. Tak hanya itu, terdapat anggaran belanja ongkos jahit pakaian Dewan hingga mencapai Rp 600 juta.

(ara/ara)