Cerita Erick Thohir Makan Siang di Warteg, Bisa 20 Menit?

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 11 Agu 2021 13:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir makan di warteg
Foto: Siti Fatimah/detikcom: Menteri BUMN makan di warteg
Jakarta -

Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, pemerintah mengizinkan warung makan, seperti warteg, melayani makan di tempat (dine in). Syaratnya, pelanggan makan selama 20 menit dan berjarak.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjajal langsung makan siang di tempat. Dia mencoba makan di Warung Tegal Mbah Galieh, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Pantauan detikcom di lokasi, Erick Thohir datang sekitar pukul 11.58 WIB. Ia sempat berbincang ringan terkait kondisi penjualan warteg selama pandemi COVID-19.

Menu yang dipesannya yaitu nasi, terong, telur, tempe mendoan, ati ampela dan rawon kikil dengan total harga Rp 24 ribu. Nah, bisakah Erick Thohir makan siang selama 20 menit sesuai aturan PPKM?

"Saya rasa tadi kan gini loh memang mesti ada triknya, sekarang kan bisa pesan lewat ini, aplikasi. Tadi saya rasa makan 20 menit cukup lah, kan ada order langsung makan," kata Erick kepada detikcom di lokasi, Rabu (11/8/2021).

Erick mengatakan, makan di warteg sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu. Menurutnya yang sulit untuk menerapkan aturan 20 menit jika pengunjung mengobrol.

"Yang susah kan gini, 20 menit nggak cukup kalau ngobrol. kalau datang makan pergi cukup mestinya," ujarnya.

Dia menegaskan, berdasarkan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa aturan makan di tempat selama 20 menit dapat terealisasi dengan penerapan protokol kesehatan.

"Bismillah lah, kan sama-sama. Kan Bapak Presiden sudah sampaikan 1 M, memakai masker. Itu yang paling penting," katanya.

Rencananya, BUMN ke depan akan mengintegrasikan ekonomi dari kalangan menengah ke bawah dengan layanan yang dimiliki BUMN khususnya perbankan dari sisi permodalan.

Hal itu pun dilakukan sebagai upaya pemulihan ekonomi. Erick mengatakan, usaha kecil seperti warteg menjadi ujung tombak perekonomian yang tidak bisa dihiraukan.

"Nanti kita sinergikan kerja samanya dengan tadi BUMN yang memang bisa membantu permodalan. Supaya bisa tambah lagi, warteg di DKI semua itu 35 ribu jadi ekosistem yang sehat," imbuhnya.

"Warteg itu kan ujung tombak dari ekonomi. Kita tidak bisa melihat ekonomi ini hanya berdasarkan membangun dari konglomerat, pengusaha besar. Tetapi yang harus penting adalah yang tidak kalah penting bagaimana ultramikro dan UMKM harus kita bangun," pungkasnya.

(hns/hns)